News Update

Penjualan Listrik PLN Capai 317,69 TWh di 2025, Didominasi Sektor Rumah Tangga

Poin Penting

  • Sepanjang 2025, penjualan listrik mencapai 317,69 TWh, naik 3,75 persen yoy, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha
  • Konsumsi listrik rumah tangga mencapai 133,41 TWh atau sekitar 41,99 persen dari total nasional, disusul sektor industri (93,35 TWh) dan bisnis (60,74 TWh)
  • Transformasi dan kepercayaan publik menguat: Transformasi PLN sejak 2020 meningkatkan keandalan layanan

Jakarta – PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik mencapai 317,69 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,75 persen secara year on year (yoy) dibandingkan 2024 yang sebesar 306,22 TWh.

Konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, peningkatan konsumsi listrik nasional ini tak lepas dari dukungan Pemerintah dan sinergi lintas lembaga dalam memperkuat ketahanan sektor ketenagalistrikan di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional. Kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Darmawan, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menambahkan, transformasi yang dijalankan PLN sejak 2020 turut memperkuat kesiapan perseroan dalam merespons pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan.

Baca juga: Tambah Daya Listrik PLN Dapat Diskon 50 Persen, Simak Syaratnya

Transformasi ini tidak hanya menyederhanakan proses bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan.

“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” jelasnya.

Dominasi Rumah Tangga

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menambahkan, pertumbuhan konsumsi listrik pada 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor seiring menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat.

“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” jelas Adi.

Baca juga: UNTD Kembangkan Sepeda Listrik Berbasis Baterai Lithium, Apa Keunggulannya?

PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar konsumsi listrik nasional, dengan capaian hingga 133,41 TWh pada 2025. Jumlah ini tumbuh 3,2 persen yoy atau 4,09 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyumbang sekitar 41,99 persen dari total penjualan listrik nasional.

Konsumsi listrik di sektor industri mencapai 93,35 TWh, tumbuh sebesar 2,5 persen secara tahunan atau setara dengan 2,31 TWh.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam.

Sementara itu, konsumsi listrik di sektor bisnis mencapai 60,74 TWh. Angka tersebut tumbuh 3,11 TWh atau 5,4 persen secara yoy yang didorong oleh pertumbuhan permintaan listrik di sektor data center, mall atau shopping center, perdagangan bukan otomotif, serta pergudangan dan logistik.

Adi menambahkan, meningkatnya konsumsi listrik nasional juga diiringi penambahan 3,29 juta pelanggan baru.

Hingga Desember 2025, PLN mencatat total pelanggan mencapai 96,2 juta. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PLN terus tumbuh.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

1 hour ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

7 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

7 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

7 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

18 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

18 hours ago