Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengungkapkan, merosotnya penjualan kendaraan mobil dan motor telah mengganggu kinerja perusahaan pembiayaan atau multifinance dimasa pandemi COVID-19.
Dirinya mengatakan, dari 182 perusahaan pembiayaan di Indonesia rata-rata labanya telah mengalami penurunan dan kemungkinan berlanjut. Tercatat hingga akhir Mei 2020, secara industri laba perusahaan leasing hanya Rp2,6 triliun atau anjlok 65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).
“Kalau kita lihat laba sampai Mei ini turunnya cukup tajam ya, 65% (yoy). NPF (non performing financing) justru naik 51% (yoy),” kata Suwandi dalam InfobankTalkNews Media Discussion bertema Menakar Kekuatan Multifinance di Era New Normal: Menahan Goncangan Lewat Stimulus Kebijakan OJK, Rabu 12 Agustus 2020.
Dirinya menilai, penurunan penjualan kendaraan tersebut juga dipengaruhi oleh daya beli yang menurun. Terlebih, produksi maupun motor dan mobil juga telah menurun akibat pembatasan pekerja.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil ritel atau dari dealer ke konsumen sepanjang Mei 2020 mencapai 17.083 unit. Angka ini menurun 29,6% dibanding penjualan bulan sebelumnya sebesar 24.273 unit. Begitu juga dengan penjualan kendaraan roda dua yang hanya 21.851 unit hingga pada Mei 2020, anjlok 82% dibandingkan bulan sebelumnya dengan 123.782 unit. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More