Toko HP; Masih dituju pembeli. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta–Pasar penjualan handphone via online memang sedang marak, namun sampai sejauh ini masih belum menggeser penjualan lewat toko.
Hal tersebut diakui oleh Sekretaris Perusahaan PT Eraja Swasembada Tbk, Djatmiko Wardoyo.
Ia mengatakan, penjualan handphone yang di lakukan Erajaya sendiri terbagi menjadi dua, secara offline yaitu penjualan melalui gerai dan satu lagi secara online dengan nama eraphone.com yang dikelola oleh anak perseroan.
“Porsi onlie masih sangat kecil dibandingkan offline. Pasar online di Amerika saja itu sekitar 17%, dan di Indonesia di bawah itu, jadi penjualan offline masih mendominasi,” kata Djatmiko, Jakarta, Senin, 14 Desember 2015.
Menurut Djatmiko, Eraphone sekarang memiliki 538 gerai yang tersebar di berbagai daerah dan pada akhir tahun akan bertambah menjadi 560 gerai dengan menjual 18 merek handphone.
“Handphone yang besar pasarnya itu untuk harga kisaran Rp2 juta sampai Rp3 juta, semakin mahal semakin sedikit penjualannya seperti piramida terbalik, namun saat ini berubah di tengah-tengah menjadi cembung,” ujar Djamiko.
Ia menjelaskan, handphone dengan harga Rp2 juta sampai Rp3 juta berada di tengah-tengah, seperti merek Xiomi, Asus, Lenovo, Acer, dan lain-lainnya.
“Handphone dengan merek tersebut paling banyak dicari karena harganya terjangkau tetapi kualitasnya juga enggak kalah bagus dengan brand lainnya. Ini sudah terjadi sejak dua tahun terakhir,” papar Djatmiko. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More