Penjualan Agung Podomoro Land Merosot 36,5%
Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) pada semester I tahun 2018 membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2.49 triliun atau turun 36,5% dari Rp3.93 triliun pada periode yang sama tahun 2017.
Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, F Justini Omas mengungkapkan jika Perusahaan melakukan penjualan lahan industri pada semester pertama tahun lalu senilai Rp1.38 triliun. Pengakuan penjualan turun 41,9% dari Rp3.11 triliun yang dibukukan pada Juni 2017 menjadi Rp1.8 triliun di Juni 2018.
Sementara, pendapatan berulang turun 16,1% dari Rp824,1 miliar yang dibukukan hingga enam bulan pertama 2017 menjadi Rp691,1 miliar dibukukan pada enam bulan pertama 2018.
“Utamanya disebabkan penjualan Pullman Jakarta Central Park kepada REITs pada Desember 2017,” jelasnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018.
Baca juga: Laba APLN Tembus Rp1,36 Triliun
Perusahaan per Juni 2018 membukukan laba kotor sebesar Rp1.11 triliun, turun 45,3% dibandingkan Rp2.04 triliun pada semester I 2017. Laba komperehensif pun turun drastis dari Rp1.08 triliun di Juni 2017 menjadi hanga Rp113,1 miliar di semester I 2018.
Alhasil, perseroan hingga Juni 2018 mengalami kerugian sebesar Rp4,8 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya perseroan masih meraih laba Rp701,6 miliar.
Dari sisi penjualan pemasaran atau marketing sales sendiri hanya tercatat sebesar Rp1.42 triliun pada Juni 2018, atau turun 40,1% dari Rp2.37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya dimana Perusahaan melakukan penjualan lahan industri tahun lalu senilai Rp1.38 triliun. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More