Moneter dan Fiskal

Penjelasan Bos BI soal Kehadiran Wamenkeu Thomas Djiwandono di RDG November 2025

Poin Penting

  • BI mulai mengundang Menteri Keuangan ke RDG untuk memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal sesuai amanat UU BI.
  • Menkeu berhalangan hadir dan diwakili Wamenkeu Thomas Djiwandono, yang menyampaikan update ekspansi fiskal dan peningkatan belanja pemerintah pada triwulan IV 2025.
  • Pemerintah juga memaparkan rencana penerbitan SBN dalam dan luar negeri untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sinergi dengan operasi moneter BI.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mengundang Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dalam hal ini Menteri Keuangan sebagai perwakilan pemerintah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mulai November 2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, keterlibatan Menteri Keuangan bertujuan memperkuat koordinasi antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah, sesuai mandat Undang-Undang BI.

“Sehubungan dengan itu maka dewan Gubernur melalui surat undangan Gubernur BI mengundang kehadiran Menteri Keuangan tersebut dimulai dalam rapat dewan Gubernur bulanan bulan November 2025 yang dilakukan melalui surat undangan Gubernur BI mewakili BI,” ujar Perry dalam RDG BI, Rabu, 19 November 2025.

Baca juga: BI Pertahankan BI Rate 4,75 Persen pada November 2025, Ini Alasannya

Namun, pada RDG bulan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhalangan hadir sehingga memberikan kuasa kepada Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono.

“Pada hari ini untuk Rapat Dewan Gubernur kehadiran Menteri Keuangan diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Wakil pemerintah berdasarkan surat kuasa Menteri Keuangan,” kata Perry.

Perry mengungkapkan, koordinasi kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI sangat penting untuk bersama-sama menjaga stabilitas makro ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global.

Ekspansi Fiskal dan Rencana Penerbitan SBN

Adapun Thomas Djiwandono menyampaikan perkembangan terkait ekspansi fiskal pemerintah yang sejalan dengan koordinasi sebelumnya, yaitu memperkuat pertumbuhan sektor riil melalui dorongan permintaan.

“Tadi dijelaskan dalam triwulan IV ini ekspansi fiskalnya dari pemerintah semakin tinggi tidak hanya pengeluaran Kementerian/Lembaga, juga peningkatan pengeluaran untuk bantuan program-program sosial dan ekonomi kerakyatan sesuai program yang diberikan presiden dalam Asta cita,” bebernya.

Baca juga: Optimalkan Likuiditas di SBN, Pendapatan Investasi TUGU Terdongkrak Naik

Selain itu, ia juga memaparkan rencana pemerintah untuk penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), baik di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi, stabilitas sistem keuangan, serta stabilitas nilai tukar.

“Dengan sinergistas ini dengan rencana penerbitan SBN di dalam maupun luar negeri ini akan semakin bagus sinerginya dengan operasi moneter oleh BI,” tandasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

10 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago