Keuangan

Penilaian Kinerja Direksi Baru BPJS Ketenagakerjaan Terlalu Dini

Jakarta–Munculnya sorotan-sorotan negatif atas kinerja BPJS Ketenagakerjaan setelah terpilihnya jajaran Direksi yang baru dinilai terlalu dini. Perlu waktu 1 tahun untuk mengevaluasi kinerja jajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan yang baru berkinerja positif atau sebaliknya.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo. Dia menilai Jajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan yang baru telah melewati proses seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) dan merupakan hasil pilihan yang terbaik.

“Proses evaluasi itu perlu dilakukan dan minimal setalah masa kerja 6 bulan. Dan lebih obyektif lagi setelah 1 tahun. Di situ baru bisa dilihat KPI-nya gimana,” kata Agus di Jakarta, Senin (11/4).

Menurut dia, dengan masa kerja tersebut maka masyarakat dapat menilai bagaimana pelayanan dan pengembangan investasi dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh menyatakan bahwa tanggapan miring soal jajaran Direksi BPJS Ketenagakerjaan yang baru dinilai tidak adil.

Pasalnya, saat ini jajaran direksi yang dikomandoi Agus Susanto masih tergolong baru atau seumur jagung. Sehingga, lanjutnya, tidak pas jika dinilai tidak punya trobosan atau hanya meneruskan program kepemimpinan sebelumnya. “Menurut saya tidak fair dan terlalu terburu-buru,” kata Poempida.

Poempida sendiri mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan bukan lembaga kecil. Sehingga butuh waktu adaptasi yang cukup buat jajaran direksi, tidak hanya soal sistem kerja, tetapi juga soal personal.

“Saya melihat direksi punya keinginan keras membuat BPJS Ketenagakerjaan jadi jauh lebih baik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pihaknya bersama jajaran direksi terus berkordinasi dalam menjalankan visi dan misi BPJS Ketenagakerjaan. Dewan Pengawas mempunyai kewajiban memastikan direksi menjalankan kinerja sesuai dengan UU Dan Peraturan yang menaungi BPJS Ketenagakerjaan. (*) Dwitya Putra

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

3 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

15 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

16 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

17 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

22 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

23 hours ago