Ilustrasi: Remitansi rupiah/istimewa
Jakarta– Pergerakan nilai tukar Rupiah pada hari ini (23/10) masih menunjukan penguatan tipis usai pengumuman nama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra ketika dihubungi oleh infobanknews di Jakarta. Dirinya menjelaskan, kabinet baru sementara telah direspon positif oleh pasar.
“Rupiah sudah menguat merespon susunan kabinet. Artinya susunan kabinet ini mendapatkan sambutan positif pasar,” kata Ariston kepada Infobanknews di Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.
Walau begitu, dirinya memproyeksikan rupiah masih akan mengalami tekanan ditengah ketidakpastian perang dagang dan perlambatan ekonomi global. Tak hanya itu, pasar juga masih menantikan pergerakan suku bunga acuan BI esok.
“Jadi Pergerakan melemah pagi ini mungkin karena susunan kabinet ini sudah diantisipasi kemarin. Perhatian pasar terus beralih ke kebijakan BI besok,” tukas Ariston.
Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan hari ini (23/10) Kurs Rupiah berada di level Rp14.035/US$ posisi tersebut menguat bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (22/10) yang masih berada di level Rp14.040/US$.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (23/10) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.051/ US$ terus menguat dari posisi Rp14.058/US$ pada perdagangan kemarin (22/10). (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More