Market Update

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting

  • INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai Rp3,02 miliar serta sewa ruang kantor dari entitas induk
  • Saham INDS mencatat ARA 25 persen pada 14 Januari 2026, menguat 147,77 persen secara bulanan dan 145,58 persen secara year to date, mencerminkan respons positif pasar.
  • Kenaikan saham didorong ekspektasi dividen, re-rating valuasi, serta sentimen positif semester I-2026, didukung persetujuan pembagian dividen maksimal Rp8 per saham dari laba 2024.

Jakarta – PT Indospring Tbk (INDS) terus memperkuat produktivitas dan efisiensi operasional melalui serangkaian aksi korporasi strategis dalam beberapa bulan terakhir.

Langkah ekspansi dan penataan operasional ini mendapat respons positif dari pasar, tercermin dari kinerja saham INDS yang mencatatkan kenaikan signifikan hingga ratusan persen dalam jangka pendek maupun panjang.

Pada Desember 2025, perseroan mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional dari entitas anak. Dalam transaksi tersebut, PT Indobaja Primamurni (IBPM) menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada PT Indospring Tbk dengan nilai total sebesar Rp3.017.747.000, IBPM merupakan entitas anak Perseroan dengan tingkat kepemilikan sebesar 96,50 persen.

Selain itu, perseroan juga telah menandatangani perjanjian sewa-menyewa ruang kantor dengan PT Indoprima Investama (IIV). Objek transaksi berupa sewa sebagian bangunan kantor seluas 66 meter persegi yang berlokasi di Gresik, dengan nilai sewa sebesar Rp60 juta untuk jangka waktu satu tahun, terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026.

Baca juga: Dongkrak Produktivitas dan Efisiensi, MLPT Dorong Perusahaan Lakukan Ini

Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi mengingat PT IIV merupakan entitas induk akhir Perseroan dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung sebesar 88,41 persen.

Seiring dengan berbagai aksi korporasi tersebut, kinerja saham INDS menunjukkan lonjakan yang signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1), saham INDS mencatatkan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25 persen.

Secara bulanan, saham INDS telah menguat 147,77 persen, sementara secara year to date (ytd) melonjak 145,58 persen.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pergerakan harga saham INDS tidak semata-mata dipicu oleh aksi penjualan aset. Menurutnya, pasar juga mengantisipasi potensi pembagian dividen serta re-rating valuasi Perseroan.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor yang memiliki strategi trading cepat, hal ini mengingat di Semester pertama tahun 2026 terdapat beberapa sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, dividen, dan pemulihan sektor otomotif,” kata Wafi dalam keterangannya dikutip, 15 Januari 2026.

Baca juga: MLPT Kembangkan Dua Aplikasi Berbasis AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi Perusahaan

Optimisme pasar juga ditopang oleh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan pada 23 Juni 2025, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024, di antaranya pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp52.499.976.800 atau setara Rp8 per saham yang dijadwalkan dibayarkan pada Jumat, 25 Juli 2025.

Tidak hanya itu, perseroan menyisihkan Rp1,5 miliar sebagai cadangan wajib, serta membukukan sisa laba bersih sebesar Rp15.599.075.455 sebagai saldo laba.

Ke depan, manajemen INDS menegaskan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

5 mins ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

1 hour ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

1 hour ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

2 hours ago

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More

2 hours ago