Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (24/7) diprediksi masih akan mengalami penguatan yang berlanjut.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 7.330-7.400 dan resistance 7.540-7.610,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 24 Juli 2025.
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, dengan menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas serta aksi beli investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Baca juga: Analis: GIIAS 2025 Jadi Kunci Dongkrak Pertumbuhan Kinerja Saham Sektor Otomotif
Diketahui, aliran dana asing yang kembali masuk atau net foreign buy pada perdagangan kemarin, mencapai senilai Rp707,23 miliar.
Sementara pada perdagangan kemarin (23/7), IHSG kembali ditutup meningkat ke posisi 7.469,23 dari dibuka pada level 7.344,73 atau menguat hingga 1,70 persen.
Baca juga: Ada 5 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo
Pada perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Ada juga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More