Ilustrasi: Transaksi paylater. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, utang masyarakat Indonesia di layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau Paylater perbankan mencapai Rp24,86 triliun pada September 2025. Angka tersebut tumbuh 25,49 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebutkan, porsi kredit BNPL perbankan sebesar 0,30 persen dari total kredit perbankan nasional dan terus mencatat pertumbuhan tinggi dari tahun ke tahun.
“Per September 2025, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 25,49 persen yoy menjadi Rp24,86 triliun,” ujar Dian dalam konferensi pers hasil RDK, dikutip, Minggu, 9 November 2025.
Baca juga: OJK Bangun Kantor Baru di Medan untuk Perkuat Layanan Publik
Dian menyebutkan bahwa jumlah rekening Paylater perbankan juga meningkat menjadi 30,31 juta pengguna, naik dari 29,33 juta pengguna pada bulan sebelumnya.
“Dengan jumlah rekening Paylater mencapai 30,31 juta,” imbuhnya.
Sementara, Non-Performing Loan (NPL) gross Paylater bank sebesar 2,61 persen, dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 2,69 persen.
Adapun, OJK mencatat pada September 2025 kredit perbankan sebesar 7,70 persen yoy atau menjadi Rp8.163 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,56 persen yoy.
“Kinerja intermediasi perbankan pada saat ini stabil dengan profil risiko yang terjaga dan aktivitas operasional perbankan tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat. Pada September 2025 kredit tumbuh sebesar 7,70 persen yoy,” kata Dian.
Baca juga: Sejumlah BPR Ajukan Likuidasi Sukarela, Begini Tanggapan Bos OJK
Dian menjelaskan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,18 persen, diikuti dengan kredit konsumsi 7,42 persen, dan kredit modal kerja 3,37 persen.
Sementara berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 11,53 persen, dan kredit UMKM tumbuh 0,23 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More