Dalam penganugerahan ini, kata dia, perserta ARA 2015 berjumlah 303 peserta yang terdiri dari 288 perusahaan dan 15 dana pensiun. Menurutnya, jumlah peserta tersebut mengalami peningkatan 3,06% jika dibandingkan dengan peserta tahun lalu yaitu sebanyak 294 perusahaan. Tahun ini terdapat perkembangan jumlah peserta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang meningkat signifikan.
“Pada ARA 2014 terdapat 3 peserta BPR maka pada tahun ini meningkat menjadi 11 BPR,” ucap Nurhaida.
Sedangkan jika dilihat dari perkembangan peserta sejak pertama kali penganugerahan ARA diselenggarakan pada tahun 2002 dengan jumlah peserta yang sebanyak 84 peserta, maka untuk saat ini jumlah peserta mengalami peningkatan yang signifikan yakni sampai dengan 265%.
Sementara untuk peserta ARA 2015 sendiri, kata dia terbagi dalam 11 kategori yakni BUMN non keuangan non listed, BUMN non keuangan listed, BUMN keuangan non listed, BUMN keuangan listed, Private non keuangan non listed, private non keuangan listed, Private keuangan non listed, Private keuangan listed, BUMD non listed, BUMD listed dan Dana Pensiun.
(Baca juga : BTN Sabet Peringkat 1 ARA 2015)
Kriteria penilaian ARA di-review setiap tahun dan disesuaikan dengan perkembangan terkini dari prakitk GCG, sehingga diharapkan praktik corporate governance di Indonesia akan terus meningkat sejalan dengan dinamika perkembangan standar dan praktik GCG.
Tahun ini sejumlah perubahan dilakukan untuk menyelaraskan kriteria penilaian dengan peraturan OJK terkait situs web, direksi dan dewan komisaris, komite nominasi dan remunerasi, sekretaris perusahaan, investasi dana pensiun dan beberapa revisi PSAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2015. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More