News Update

Pengamat LIPI : Kasus Idrus Marham Bisa Berdampak Positif Buat Jokowi

Jakarta – Kasus yang menimpa Idrus Marham meramaikan panggung politik tanah air. Apalagi status Idrus sudah jadi tersangka dalam penyidikan kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

Idrus akhirnya mundur dari jabatan Menteri Sosial serta kepengurusan di Partai Golkar lantaran merasa telah berstatus tersangka.

Namun yang jadi pertanyaan, seberapa besar dampak dari ditetapkannya Idrus sebagai tersangka? Apakah hal ini akan merubah peta pilpres 2019, di mana pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat citra negatif dengan adanya kasus ini. Maklum, Idrus menjadi menteri pertama di Kabinet Kerja yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK.

Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat mengatakan, era Jokowi merupakan era di mana pemerintah menggenjot proyek infrastruktur.

Proyek infrastruktur merupakan proyek yang nilainya besar, hingga triliunan. Sehingga tidak menutup kemungkinan ada segelintir orang yang memanfaatkannya untuk melakukan praktek unjust by default atau mehalalkan segala cara dengan “melegalkan”.

Namun, berbicara kasus Idrus, ia menilai hal ini merupakan kasus lama, sehingga dampaknya tidak akan besar ke pilpres 2019, atau khususnya ke pasangan Jokowi-Ma’ruf. Disisi lain, Jokowi pun lanjutnya telah mengambil langkah tegas, dengan mengganti Idrus.

“Saya melihat justru kasus Idrus bisa menjadi positif buat pasangan Jokowi-Ma’ruf,” jelasnya.

Sekedar informasi, nama Idrus memang sudah muncul sejak pertama kali kasus ini mencuat. Saat itu KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman Idrus pada 13 Juli 2018. Namun saat itu yang diincar KPK adalah seorang anggota DPR bernama Eni Maulani Saragih.

Eni diduga KPK menerima keseluruhan Rp4,5 miliar Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Duit itu diduga untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Perusahaan Kotjo itu memang masuk sebagai konsorsium yang akan menggarap proyek tersebut.

Idrus sendiri mengaku tak pernah menerima hadiah apapun dari Eni. Saat ditangkap KPK, menurut Idrus, Eni berada di rumahnya untuk memenuhi undangan acara ulang tahun anaknya dan tak membawa kado apapun. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

5 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

6 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

10 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

19 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

20 hours ago