News Update

Pengamat: Dugaan Serangan Siber Bank jadi Ancaman Serius bagi Kepercayaan Publik

Poin Penting

  • Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.
  • Penentuan tanggung jawab bergantung pada investigasi, apakah terjadi celah sistem internal atau rekayasa sosial.
  • Audit independen, pengamanan sistem, perlindungan hak nasabah, dan komunikasi transparan dinilai krusial untuk mencegah krisis reputasi.

Jakarta – Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology Institute (ICT Institute), Heru Sutadi, menilai isu dugaan serangan siber yang menimpa Bank Jambi merupakan persoalan serius karena menyangkut kepercayaan publik terhadap sistem perbankan daerah.

Menurutnya, dalam konteks insiden siber perlu dibedakan secara jelas apakah yang terjadi merupakan pembobolan sistem internal bank, penyalahgunaan kredensial nasabah, atau kombinasi keduanya. Setiap skenario memiliki implikasi teknis dan konsekuensi tanggung jawab yang berbeda.

“Prinsip utamanya adalah perlindungan dana dan data nasabah harus menjadi prioritas. Transparansi, audit forensik digital independen, serta komunikasi terbuka kepada publik menjadi langkah krusial agar situasi tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas,” ujar Heru, saat dihubungi Infobanknews, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca juga: Dana Nasabah Dibobol, Bank Jambi Pastikan Ganti Kerugian Nasabah

Tanggung Jawab Bergantung Hasil Investigasi

Heru menegaskan, secara prinsip bank sebagai penyelenggara sistem memiliki kewajiban memastikan keamanan infrastruktur dan mitigasi risiko berjalan optimal. Namun, penentuan tanggung jawab harus didasarkan pada hasil investigasi forensik yang objektif.

Ia menyebut, jika ditemukan celah keamanan dalam sistem internal, maka tanggung jawab institusional bank menjadi lebih kuat. Sebaliknya, jika insiden melibatkan rekayasa sosial (social engineering) atau kebocoran data dari sumber eksternal, maka perlu penelusuran lebih lanjut untuk menentukan faktor penyebabnya.

“Regulator dan aparat penegak hukum juga memiliki peran penting untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif dan akuntabel,” tegasnya.

Empat Langkah Mendesak

Terkait penanganan insiden, Heru menyarankan sejumlah langkah segera yang perlu dilakukan manajemen bank. Pertama, melakukan audit keamanan dan forensik digital oleh pihak independen guna mengidentifikasi akar masalah.

Baca juga: OJK Kawal Audit Forensik Bank Jambi, Pastikan Hak Nasabah Terlindungi

Kedua, mengamankan sistem serta menutup potensi kebocoran lanjutan agar risiko tidak meluas.

Ketiga, melindungi hak nasabah, termasuk melalui mekanisme penggantian sementara apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan.

Keempat, menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala kepada publik agar tidak terjadi spekulasi yang memperkeruh situasi.

“Krisis siber tidak hanya soal teknologi, tetapi juga manajemen risiko dan komunikasi yang tepat,” jelasnya.

Ia menekankan, respons cepat dan transparan menjadi kunci agar insiden tidak berkembang menjadi krisis reputasi yang berdampak lebih luas terhadap industri perbankan daerah. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

1 min ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

14 mins ago

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More

21 mins ago

BGN Buka-bukaan soal Anggaran MBG, Ini Rincian per Porsi

Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More

37 mins ago

PINTAR BI Buka Penukaran Uang Baru Periode 2 Hari Ini, Cek Batas Maksimal

Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More

58 mins ago

Lagi, BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Kredit, Begini Tanggapan BCA

Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More

1 hour ago