Market Update

Pengamat: Demutualisasi BEI Bisa Tingkatkan Kepercayaan Investor Asing

Poin Penting

  • Kemenkeu rencanakan demutualisasi BEI berdasarkan UU P2SK, mengubah struktur kepemilikan dari mutual menjadi perseroan dengan kepemilikan yang lebih luas.
  • Demutualisasi dinilai meningkatkan independensi dan daya saing BEI, memperkuat kepercayaan investor asing, serta berpotensi membuat BEI lebih profit oriented.
  • Dampak ke IHSG jangka pendek terbatas, namun dalam jangka panjang diharapkan positif seiring meningkatnya minat investor asing.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah merencanakan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Nantinya, BEI akan mengalami perubahan struktur kelembagaan dari kepemilikan mutual atau hanya dimiliki anggota bursa, menjadi perseroan yang dapat dimiliki pihak luas.

Berdasarkan hal tersebut, Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menyoroti bahwa demutualisasi BEI akan membuat BEI menjadi independen dari kepentingan anggota bursa, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih strategis dan objektif untuk ke depannya.

Baca juga: BEI Masih Kaji Dampak Rencana Skema Demutualisasi

“Daya saing BEI tentu meningkat menyusul bursa negara lain yang sudah lebih dahulu melakukan demutualisasi, akan meningkatkan kepercayaan investor asing juga,” ucap Reydi dikutip, 15 Desember 2025.

Reydi menuturkan BEI juga akan mendapatkan investor-investor strategis yang mungkin akan mengharapkan imbal hasil, sehingga BEI diperkirakan akan berpotensi lebih profit oriented dibanding sebelumnya.

“Dampak ke IHSG dalam jangka pendek mungkin tidak terlalu terdampak, tetapi untuk jangka panjang diharapkan positif karena akan meningkatkan minat asing untuk masuk ke IHSG,” imbuhnya.

Terpisah, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan terkait rencana demutualisasi tersebut, tentunya harus disusun secara menyeluruh sebelum diajukan kepada pemegang saham sebagai pihak yang berwenang mengambil keputusan akhir.

Baca juga: Saham Indeks INFOBANK15 Bergerak Variatif di Tengah Penguatan IHSG

“Jadi kami sebagai sebuah institusi, tadi saya sampaikan, kita tugasnya apa? Kita menyediakan studi yang komprehensif. Ini modelnya seperti apa? Yang nanti memberikan optimal benefit untuk capital market,” ujar Nyoman dalam kesempatan terpisah.

Diakuinya, bahwa pembahasan mengenai demutualisasi dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Namun, BEI terus berkomitmen memberikan kajian yang dapat menjadi dasar keputusan pemegang saham. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

SeaBank Kantongi Laba Rp678,4 Miliar pada 2025, Melesat 79 Persen

Poin Penting SeaBank mencatat laba bersih Rp678,4 miliar di 2025, tumbuh 79 persen yoy, melanjutkan… Read More

43 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini (2/3): Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Meroket

Poin Penting Harga emas di Pegadaian (Antam, Galeri24, UBS) kompak naik pada 2 April 2026,… Read More

1 hour ago

Peringati Hari Perempuan Internasional, Generali Indonesia Gelar Talkshow

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 dan wujud komitmen Generali Indonesia… Read More

1 hour ago

285 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,65 Persen ke 7.138

Jakarta - Pada pembukaan perdagangan hari ini (2/4) pukul 09.06 WIB Indeks Harga Saham Gabungan… Read More

1 hour ago

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Berikut 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG masih rawan koreksi ke area 6.745–6.849, namun skenario terbaik berpotensi menguat ke… Read More

1 hour ago

Tangkap Potensi IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel

Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More

3 hours ago