Jakarta – Penetrasi transaksi digital milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin kuat menjangkau UMKM ditengah masih berlakunya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di berbagai daerah.
Direktur Konsumer BRI Handayani menyampaikan, layanan digital miliknya kini mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku UMKM dengan jaringan yang luas.
“Akses layanan digital kita mendapat respon luar biasa dalam kurun waktu April hingga Mei. Penetrasi transaksi di segmen UMKM untuk on boarding digital platfrom di beberapa e-commerce yang dibantu BRI itu meningkat cukup signifikan,” kata Handayani pada diskusi Pekan UKM International di Jakarta, Rabu 11 Juni 2020.
Menurutnya, pandemi Covid-19 telah menimbulkan tekanan bagi bisnis UMKM. Oleh karena itu, BRI bersama dengan Pemerintah juga hadir melalui program restrukturisasi kredit serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masih berlangsung.
Handayani menilai, peran seluruh pihak diperlukan dimasa pandemi seperti ini baik Pemerintah, regulator, pelaku perbankan dan pelaku usaha untuk bersama bangkit melawan perlambatan ekonomi akibat covid-19.
“Jadi kita lihat satu sisi ini pandemi menimbulkan tekanan kepada sektor UMKM dan direspon restrukturisasi di satu sisi Pemerintah mempercepat pemberian KUR bagi usaha mikro kemudian satu sisi BRI juga lakukan penyaluran Bansos ultra mikro semua menggunakan basis digital,” jelasnya.
Sebagai informasi saja, hingga akhir Mei 2020 BRI telah berhasil menyalurkan KUR senilai Rp47,4 triliun kepada lebih dari 1,7 juta pelaku UMKM atau setara 39,35% dari target yang telah ditetapkan. Tak hanya itu, sebagai upaya untuk tumbuh selektif, BRI juga terus melakukan restrukturisasi kredit terdampak COVID-19. Hingga akhir Mei, tercatat sebanyak 2,3 juta debitur segmen UMKM senilai Rp140,24 triliun telah direstrukturisasi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More