Poin Penting
Jakarta – Rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang masih berkisar 2-3 persen mencerminkan tantangan struktural industri keuangan nasional.
Di tengah biaya kesehatan yang terus meningkat dan usia harapan hidup yang semakin panjang, banyak keluarga Indonesia masih menghadapi risiko finansial tanpa perlindungan memadai.
Asuransi yang seharusnya menjadi instrumen perencanaan jangka panjang, masih kerap diposisikan sebagai kebutuhan sekunder.
Sun Life Indonesia memandang kondisi tersebut bukan sekadar peluang bisnis, melainkan momentum untuk mengubah pendekatan dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, menegaskan bahwa kehadiran Sun Life dibangun atas relasi jangka panjang dengan nasabah.
“Selama 30 tahun, kami tidak hanya hadir saat keluarga memulai perlindungan dasar, tetapi juga mendampingi mereka berkembang, dari perencanaan kesehatan hingga membangun legacy untuk generasi mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Baca juga: Sun Life dan CIMB Niaga Kenalkan Dua Produk Berdenominasi USD
Narasi “teman seperjalanan” menjadi kunci strategi Sun Life. Perusahaan ini menempatkan diri bukan hanya sebagai penyedia produk asuransi jiwa dan kesehatan, tetapi sebagai mitra yang mengikuti dinamika hidup nasabah.
Seiring bertambahnya usia dan aset, kebutuhan proteksi pun berevolusi—dari perlindungan dasar menuju kesehatan, hingga perencanaan waris dan legacy.
Pendekatan tersebut dinilai relevan di tengah perubahan demografi dan meningkatnya kesadaran akan perencanaan keuangan jangka panjang.
“Sepanjang 2025, Sun Life mencatat pertumbuhan sekitar 50 persen,” kata Maika.
Dari sisi distribusi, Sun Life mengandalkan strategi multi-kanal untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat.
Kerja sama bancassurance dengan CIMB Niaga dan Bank Muamalat Indonesia berjalan beriringan dengan jalur keagenan, baik untuk produk konvensional maupun syariah.
Baca juga: Strategi Sun Life Gaet Generasi Muda
Memasuki 2026, Sun Life menempatkan edukasi finansial, perluasan akses perlindungan, dan inovasi layanan sebagai fokus utama.
Perusahaan menyadari bahwa pertumbuhan industri asuransi tidak bisa hanya mengandalkan peluncuran produk baru, tetapi harus dibarengi dengan penyederhanaan proses dan peningkatan kualitas layanan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Komitmen kami di 2026 adalah memberikan proposisi nilai yang nyata. Mulai dari premi terjangkau dengan proses lebih sederhana, layanan digital yang semakin efisien, dan aksesibilitas melalui berbagai kanal distribusi,” jelas Maika.
Ia menambahkan bahwa nilai yang ditawarkan Sun Life tidak berhenti pada produk semata.
“Bukan hanya produk yang kami tawarkan, tetapi rasa tenang untuk setiap keputusan hidup penting,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting BSI gandeng PNM untuk memperkuat inklusi keuangan syariah dan membidik 300 ribu nasabah… Read More
Poin Penting Tarif listrik periode 16–22 Februari 2026 tetap mengacu pada ketentuan Triwulan I Tahun… Read More
Poin Penting Dirut BRI Hery Gunardi menegaskan belum ada pembicaraan terkait rencana pengambilalihan PNM oleh… Read More
Poin Penting Mirae Asset menilai kenaikan IHSG belum mencerminkan pemulihan kepercayaan pasar, terlihat dari net… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan anggaran THR PNS 2026 sebesar Rp55 triliun dan menargetkan pencairan pada… Read More
Poin Penting Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia terbitkan Fatwa No. 166/2026 sebagai dasar… Read More