Moneter dan Fiskal

Penerimaan Pajak Tidak Sesuai Target, Ada Harapan Sampai Akhir Tahun

Jakarta– Pemerintah mengaku tidak ambil pusing mengenai target penerimaan pajak tahun 2017 yang diprediksi tidak akan mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah menargetkan penerimaan pajak pada tahun 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Jumlah tersebut juga sudah mengalami revisi yang sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1.489,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya telah berkerja semaksimal mungkin sejak adanya program tax amnesty beberapa waktu lalu.

“Sejak pertengahan tahun ini, target tax amnesty adalah membuat bagaimana basis meningkat dan enforcement, terutama dengan adanya PP 36/2017. Jadi, tidak ada yang disebut extra effort menjelang akhir tahun, ” ungkap Sri Mulyani Indrawati di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

Dirinya menyebut, pihaknya saat ini tidak terlalu gegabah dan terlalu panik untuk pencapaian target penerimaan di waktu kurang dua minggu lagi berakhirnya 2017. Dirinya mengaku, pencapaian saat ini merupakan hasil dari pemetaan dan strategi yang tepat dari Direktorat Jenderal Pajak.

“Kita tidak ada upaya khusus untuk mengejar. Tapi, yang kita lakukan selama ini oleh Direktorat Jenderal Pajak,  mengidentifikasi penerimaan pajak berdasarkan apa yang kita anggap sebagai baseline kita. Berdasarkan aktivitas ekonomi yang sudah teridentifikasi dan berapa secara reguler kita peroleh esktra effort,” tambah Sri Mulyani.

Sebagai informasi, menurut data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga 30 November 2017 serapan pajak telah mencapai 76,63% atau mencapai Rp983,54 triliun artinya masih kurang Rp300,06 triliun dari petarget APBN-P 2017 yang sebesar Rp1.283,6 triliun.

Kendati demikian Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyebut capaian itu jauh lebih baik dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2016 yang hanya mencapai Rp960,67 triliun. Robert menyebut akan menggencarkan penerimaan pajak pada akhir tahun ini. Dirinya menilai, Desember merupakan penerimaan paling dominan sepanjang satu tahun ini.

“Karena secara teratas sebenarnya penerimaan Desember paling dominan satu tahun, karena kegiatan desember pengeluaran pemerintah kan paling besar. Ada pengeluaran hari libur dan christmas, kita harapkan kontribusi cukup tinggi,” tukas Robert.(*)

Suheriadi

Recent Posts

E-Retribusi Resmi Berlaku di Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Digitalisasi Layanan

Poin Penting E-retribusi resmi diterapkan di Terminal dan area manuver Gilimanuk dengan dukungan perangkat CSR… Read More

13 mins ago

Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Poin Penting BSN menggandeng Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengelola ekosistem keuangan AUM dan mendongkrak pangsa… Read More

40 mins ago

127 Ribu BSI Agen Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Syariah

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki lebih dari 127 ribu BSI Agen… Read More

1 hour ago

Masuk Pasar Asuransi Kesehatan, Roojai Tawarkan Produk Berkonsep Perlindungan Modular

Poin Penting Roojai Indonesia meluncurkan asuransi kesehatan modular yang memungkinkan nasabah menyusun perlindungan dan premi… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Masih Mampu Ditutup Hijau pada Level 8.330, Naik 0,60 Persen

Poin Penting IHSG sesi I (25/2) ditutup menguat 0,60% ke level 8.330,12 dengan nilai transaksi… Read More

1 hour ago

DJP Luncurkan Coretax Form untuk SPT Nihil, Begini Cara Aksesnya

Poin Penting Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan Coretax Form untuk memudahkan pelaporan SPT Tahunan PPh… Read More

1 hour ago