Moneter dan Fiskal

Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30,7 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting

  • Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu APBN)
  • Pendapatan negara Rp172,7 triliun, belanja Rp227,3 triliun hingga akhir Januari
  • Menkeu: kinerja pajak cerminkan pemulihan ekonomi, APBN tetap jadi penopang pertumbuhan.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,7 persen atau setara 4,9 persen dari pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

“Kinerja ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mulai menunjukkan pemulihan di luar komponen non berulang tahun lalu,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin, 23 Februari 2026.

Purbaya menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak tersebut menunjukkan adanya perbaikan ekonomi maupun pemulihan dari sisi efisiensi pengumpulan pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Baca juga: APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun, Purbaya Klaim Masih Terkendali

“Kalau Anda lihat pertumbuhan pajak di bulan Januari tumbuhnya 30,7 persen dibandingkan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun perbaikan sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak di DJP, saya harap ke depan akan berlanjut terus,” tegasnya.

Secara keseluruhan, pendapatan negara hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun atau setara 5,5 persen terhadap pagu APBN 2026 atau tumbuh 9,5 persen yoy.

Sementara, realisasi belanja negara per Januari 2026 sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu APBN 2026, tumbuh 25,7 persen yoy.

Baca juga: IMF Usul RI Naikkan Pajak Karyawan, Begini Kata Menkeu Purbaya

Purbaya menyatakan, APBN 2026 tetap berfungsi secara optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi domestik.

“Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang terkendali, kita optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasioanl sepanjang 2026,” tutup Purbaya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

2 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

14 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

14 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

14 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

14 hours ago