Perbankan

Penerimaan Pajak 2024 Akan Fokus ke Orang Kaya, Bagaimana Nasib Nasabah DBS Treasures?

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, menuturkan akan meningkatkan penerimaan pajak yang salah satunya diutamakan dari kalangan high wealth individual.

Dengan adanya peningkatan pajak dari sisi high wealth individual tersebut, dikhawatirkan dapat memengaruhi kinerja bisnis bank yang memiliki segmen prioritas dan juga dapat memberatkan para nasabahnya, serta dikhawatirkan nasabah dari sisi wealth management akan berkurang.

Baca juga: Wealth Management di Indonesia: Siap Meraih Peluang?

Melihat hal tersebut, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung, menilai kinerja bisnis di DBS Treasures Private Client masih akan tetap optimis jika nantinya terdapat peningkatan pajak dari sisi bisnis wealth management.

Meski begitu, dirinya tetap memastikan bahwa tantangan-tantangan atas perubahan aturan pajak tersebut tentunya akan muncul, namun dirinya percaya bahwa peluang atau keuntungan yang akan dihasilkan dari penghimpunan pajak tersebut akan lebih besar dibandingkan besaran pajak yang akan ditentukan.

“Semua tantangan itu pada akhirnya ada opportunity (peluang), saya ngga bilang ngga jadi tantangan juga awal-awal, tapi semua tantangan menurut saya ya tercreate opportunity by itself, optimis lah optimis,” ucap Rudy di Jakarta, 4 September 2023.

Rudy mencontohkan, jika pajak yang ditentukan oleh Indonesia nantinya akan lebih tinggi dibandingkan negara lain, yang perlu disoroti sebenarnya adalah nilai atau value yang akan dihasilkan dari penghimpunan pajak tersebut, apakah akan memberi timbal balik bagi kesejahteraan masyarakat atau tidak.

Baca juga: Obligasi jadi Aset Investasi Paling Diminati Nasabah DBS Treasures, Ini Alasannya

“Kalau kita dipajakin 30 persen compare to misalnya dengan negara lain yang memajaki 20 persen seolah-olah kok kita lebih tinggi, tapi kalo opportunity yang dicreate oleh kita itu 50 persen lebih tinggi dari negara lain, nett-nett kita kan masih memberikan opportunity yang lebih tinggi itukan relatif,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menkeu telah menargetkan penerimaan pajak akan meningkat sekitar 9,3 persen menjadi Rp1.986,9 triliun di tahun depan dari penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1.818,2 triliun.

Penerimaan pajak tersebut akan difokuskan pada eksentifikasi wajib pajak high wealth individual, implementasi NIK dalam NPWP, hingga pemanfaatan digital forensics. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

8 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

8 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

11 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

11 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

11 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

12 hours ago