Keuangan

Penerbitan Obligasi Korporasi Melonjak 89,87 Persen, Tembus Rp284,3 T Sepanjang 2025

Poin Penting

  • Total penerbitan surat utang korporasi melonjak 89,87 persen menjadi Rp284,3 triliun pada 2025, dibandingkan Rp149,7 triliun di 2024
  • Obligasi, sukuk, dan MTN naik signifikan, dengan MTN melonjak 4.008 persen menjadi Rp62,7 triliun.
  • Kepercayaan investor tetap tinggi, terlihat dari outstanding obligasi korporasi yang mencapai Rp555,7 triliun.

Jakarta – Pasar surat utang korporasi mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2025. Total penerbitan surat utang korporasi secara keseluruhan mencapai Rp284,3 triliun atau melonjak 89,87 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp149,7 triliun.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, pertumbuhan signifikan tersebut ditopang oleh peningkatan penerbitan obligasi dan sukuk korporasi, serta lonjakan tajam pada instrumen Medium Term Notes (MTN).

Chief Economist Pefindo, Suhindarto mengungkapkan, secara agregat kinerja pasar surat utang tahun ini mencerminkan pemulihan dan ekspansi kebutuhan pendanaan korporasi.

“Total penerbitan surat utang korporasi secara keseluruhan di tahun 2025 mencapai Rp284,3 triliun, tumbuh 89,87 persen daripada tahun 2024,” ujarnya dalam acara Konferensi Pers secara virtual, Rabu (11/2).

Baca juga: Pefindo Optimistis Obligasi Korporasi 2026 Tembus Rp196,86 Triliun

Secara rinci, penerbitan obligasi korporasi dan sukuk tercatat sebesar Rp219,1 triliun, naik 48,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp147,7 triliun.

Dari sisi outstanding, nilai obligasi korporasi juga terus meningkat hingga menyentuh Rp555,7 triliun pada 2025, melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Suhindarto, peningkatan ini menunjukkan kepercayaan investor yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Keuangan, Pollux Hotels Group Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Lonjakan paling mencolok terjadi pada MTN. Sepanjang 2025, penerbitan MTN mencapai Rp62,7 triliun, melonjak drastis dibandingkan Rp1,5 triliun pada 2024 atau tumbuh 4.008,46 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, penerbitan efek utang lainnya, yang mencakup sekuritisasi dan Surat Berharga Komersial (SBK) juga mengalami pertumbuhan tajam.

“Hingga akhir 2025, nilainya mencapai Rp2,5 triliun, meningkat 359,65 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp500 miliar,” imbuh Suhindarto. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Dibuka Loyo usai Libur Lebaran, Masih Bertahan di Kisaran 7.000

Poin Penting Pada pembukaan 25 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,63 persen ke… Read More

28 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah setelah Libur Lebaran, Masih Dipicu Konflik AS-Iran

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.916 per dolar AS pada Rabu (25/3), turun… Read More

31 mins ago

IHSG Berpotensi Rebound usai Libur Panjang Lebaran 2026

Poin Penting IHSG secara historis cenderung menguat (technical rebound) setelah libur panjang, didorong kembalinya aliran… Read More

39 mins ago

Cek Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Turun, Antam Tetap

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun pada Rabu (25/3), masing-masing menjadi… Read More

1 hour ago

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

19 hours ago

Pendapatan Paradise Indonesia Tumbuh 32,9 Persen di 2025, Ini Penopangnya

Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan… Read More

23 hours ago