Keuangan

Penerapan Prinsip ESG di Asuransi Jiwa Butuh Waktu Panjang

Bandung – Sesuai dengan POJK No.51 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik, dimana lembaga jasa keuangan harus secara bertahap untuk menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan. Termasuk di sektor industri asuransi, juga diarahkan menerapkan ESG (Environmental Social Governance) dalam investasi.

Namun, di sektor industri asuransi jiwa masih membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk menerapkan sepenuhnya prinsip ESG tersebut. “Ini membutuhkan waktu, karena pilihan investasinya ada tapi belum sebanyak investasi yang belum ESG,” ujar Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, di Bandung, Kamis, 30 Juni 2022.

Selain itu, jelas dia, industri asuransi jiwa perlu memperhatikan beberapa aspek dalam menerapkan prinsip ESG, salah satunya mempertimbangkan polis asuransi.

“Kalau portofolio polisnya di dominasi oleh kontrak jangka panjang yang seumur hidup atau 25 tahun dan sebagainya, itu harus mencari aset investasi yang kira-kira masa durasi yang sama 25 tahun atau aset liability matching, jadi kalau ESG baru ada yang jangka 10 tahunan belum bisa perusahaan asuransi sepenuhnya pindah ke ESG,” tambah Budi.

Ia mengungkapkan, total investasi asuransi di pasar modal tercatat lebih dari Rp300 triliun. Ini akan menimbulkan aspek tanggung jawab tersendiri, jika aset dengan nilai besar tiba-tiba berpindah konversi ke aset lain dalam jangka waktu yang singkat, maka akan berdampak besar.

“Kami percaya semua anggota kami asuransi jiwa, sudah aware tentang kedapannya adalah ESG dan kami percaya anggota kami sudah melakukan yang terbaik untuk bisa langsung menerapkan ketika asetnya ada pilihannya ada dan cocok dengan portofolio,” imbuh Budi. (*) Irawati

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bos BRI: Fundamental Perbankan Solid, tapi Tantangan dari Sisi Permintaan Kredit

Poin Penting Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, likuiditas dan modal kuat perbankan kuat, dengan… Read More

4 mins ago

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Poin Penting Bank Mandiri mencatat kredit tumbuh 15,62% YoY menjadi Rp1.511,4 triliun dan laba bersih… Read More

11 mins ago

E-Retribusi Resmi Berlaku di Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Digitalisasi Layanan

Poin Penting E-retribusi resmi diterapkan di Terminal dan area manuver Gilimanuk dengan dukungan perangkat CSR… Read More

28 mins ago

Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Poin Penting BSN menggandeng Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengelola ekosistem keuangan AUM dan mendongkrak pangsa… Read More

55 mins ago

127 Ribu BSI Agen Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Syariah

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki lebih dari 127 ribu BSI Agen… Read More

1 hour ago

Masuk Pasar Asuransi Kesehatan, Roojai Tawarkan Produk Berkonsep Perlindungan Modular

Poin Penting Roojai Indonesia meluncurkan asuransi kesehatan modular yang memungkinkan nasabah menyusun perlindungan dan premi… Read More

2 hours ago