News Update

Penerapan NPG, BTN Hemat Biaya Investasi Hingga 20%

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengaku, lewat sinergi antara Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk membentuk perusahaan prinsipal yang akan memfasilitasi proses switching transaksi di antara bank-bank Himbara, dianggap akan meningkatkan efisiensi BTN.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, sinergi dalam sistem pembayaran dan perwujudan Nasional Payment Gateway (NPG) tersebut bisa mendorong penghematan dan efisiensi. Menurutnya, adanya sinergi tersebut akan meningkatkan efisiensi perseroan sekitar 15%-20%.

Dia menilai, langkah yang diambil pemerintah dan para regulator ini merupakan sebuah langkah maju bagi perbankan Indonesia, dimana bank-bank BUMN menyatukan diri dalam sistem transaksi secara nasional dan akan tercipta efisiensi biaya yang sangat besar disamping kepentingan masyarakat untuk mendapatkan layanan lebih baik dapat terjawab.

“Kami merasakan penyatuan seluruh ATM BUMN atau ATM Himbara ini sangat penting. Efisiensinya, sangat luar biasa khususnya bagi BTN,” ujar Maryono di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 9 September 2016.

Dia mengungkapkan, saat ini perseroan memiliki 1.300 ATM, dimana selama ini investasi untuk mesin ATM tergolong mahal. “Adanya ATM Himbara, sudah pasti BTN sangat terbantu karena bisa menghemat biaya investasi untuk membangun ATM,” paparnya.

Adapun penandatanganan MOU antara bank-bank BUMN dan Telkom dilakukan oleh Dirut BTN Maryono, Dirut BRI Asmawi Syam, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Dirut BNI Achmad Baiquni dan Dirut Telkom Alex J Sinaga disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Gubernur Bank Indonesia Agus D W Martowardojo.

Data Bank Indonesia menunjukkan jumlah transaksi kartu debit naik 153% dari 138 juta transaksi di 2011 menjadi 349 juta transaksi pada 2015. Jumlah ini diperkirakan akan tumbuh 217% menjadi 1,1 miliar transaksi pada 2020. Adapun, jumlah transaksi kartu kredit pada 2015 mencapai 281 juta transaksi, tumbuh 34% dibandingkan 2011 dan diperkirakan akan meningkat 45% menjadi 407 juta transaksi pada 2020.

“NPG akan menciptakan efisiensi di dalam sistem pembayaran nasional,” ucapnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

8 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

8 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

8 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

8 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

12 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

15 hours ago