News Update

Penerapan Nilai Sosial dan Ekonomi Beriringan Jaga Kinerja BRI

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen terus menjunjung penerapan nilai-nilai sosial (social values) dan ekonomi (economic values) dalam menjalankan bisnisnya. Karena itu, BRI tidak akan mundur dalam memberi pelayanan terhadap masyarakat, terutama segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Penerapan nilai sosial dan ekonomi dalam berkegiatan bisa dilakukan secara bersamaan tanpa dikotomi. Hal ini sudah dibuktikan BRI yang sukses menghadirkan layanan keuangan terbaik bagi nasabah kecil dan di pelosok, serta di sisi lain terjaga profitabilitasnya.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo berkata, penerapan nilai sosial dan ekonomi secara bersamaan membuat kinerja perusahaan sustain. Di saat bersamaan, penerapan nilai-nilai ini berdampak pada bergeraknya perekonomian masyarakat, sehingga berujung pada meningkatkan kesejahteraan mereka untuk jangka panjang.

“BRI ke depan akan lebih spesifik turun melayani nasabah mikro dan ultra mikro, karena ternyata memang masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank. Kami harap dengan melayani dan penetrasi lebih dalam kepada pelaku usaha bisa memberikan kepastian untuk naik kelas. Hal ini juga bisa memastikan kelangsungan usaha ultra mikro serta UMKM,” ujar Haru dalam diskusi daring, Selasa (3/11/2020).

Menurut Haru, pemberian layanan keuangan formal harus dimasifkan dan menjadi kunci untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Apalagi, saat ini masih terdapat puluhan juta masyarakat Indonesia yang belum terjangkau akses layanan keuangan formal.

Berdasarkan survei Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) 2018, tercatat baru 55,7 persen orang dewasa yang memiliki akun lembaga keuangan formal. Kemudian, hanya 38,4 persen orang dewasa yang memiliki akun bank hingga tahun 2018. Mayoritas warga masih terbiasa mengakses layanan keuangan formal atau perbankan menggunakan akun orang lain.

“Dalam catatan statistik, kurang lebih separuh pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah belum dilayani perbankan. Mungkin mereka sudah sudah dilayani oleh lembaga keuangan yang non-formal. Kami selalu mendorong supaya mereka segera masuk ke perbankan, sehingga bank bisa membantu mereka untuk tumbuh, dan menjaga keberlanjutan untuk menjadi lebih besar di masa yang akan datang,” sambung Haru.

Selama ini, BRI banyak menggunakan nilai-nilai sosial dalam berkegiatan yang salah satunya terlihat dari besarnya jumlah nasabah UMKM perusahaan. Komitmen BRI memajukan kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari keterlibatan aktif penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang sejak 2015 hingga September 2020 nilainya mencapai Rp422,7 triliun.

Khusus tahun ini, hingga September lalu sudah ada Rp90,1 triliun dari kuota Rp140 triliun KUR yang disalurkan BRI bagi pengusaha mikro dan kecil. Selain menyalurkan KUR, BRI juga telah merestrukturisasi kredit 2,93 juta debitur senilai Rp191,27 triliun per 26 Oktober lalu.

“Kami tidak ingin membuat social value dan economic value ini menjadi dikotomi. Kami meyakini bahwa keduanya itu sesungguhnya satu arah. Kalau kita memperhatikan social value, maka perusahaan mana pun itu akan bisa sustain,” tandas Haru. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More

1 hour ago

Dana Nasabah Dibobol, Bank Jambi Pastikan Ganti Kerugian Nasabah

Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More

1 hour ago

Rekening Ditutup, Donald Trump Gugat JPMorgan 5 Miliar Dolar AS

Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More

2 hours ago

Di FGD soal Kasus Sritex, Ekonom Ini Sebut Risiko Bisnis Tak Seharusnya Dipidanakan

Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More

3 hours ago

Mayoritas Saham Indeks INFOBANK15 Menguat, Ini Daftarnya

Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More

5 hours ago

5 Saham Top Leaders Penggerak IHSG Pekan Ini, Siapa Paling Moncer?

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More

5 hours ago