Ilustrasi: Penyaluran kredit perbankan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Peneliti Senior CORE Indonesia, Etika Karyani mengungkapkan bahwa perbankan pada tahun 2023 tidak maksimal dalam menyalurkan kredit kepada UMKM.
“Tahun 2023 ternyata perbankan itu tidak begitu banyak menyalurkan kreditnya,” ujarnya dalam CORE Economic Outlook 2024, Selasa 23 Januari 2024.
Dia menjelaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan perbankan untuk mencairkan kreditnya sebanyak 25 persen untuk UMKM. Namun, perbankan hanya menyalurkan sekitar 21 persen.
Baca juga: Bank Mandiri Tancap Gas Salurkan KUR, Fokus ke Sektor Ini
“OJK menetapkan minimal mencairkan sampai 25 persen dan tidak dilakukan oleh perbankan. Jadi mereka hanya sekitar 21 persen, pertumbuhannya pun hanya 8 persen hingga Desember 2023,” jelasnya.
Etika menambahkan, UMKM yang paling banyak melakukan kredit, yakni di sektor UMKM mikro yang berskala kecil.
“Paling banyak yang untuk UMKM kredit di mikro artinya perusahaan-perusahaan kecil yang maksimal nilainya 50 juta justru mereka yang banyak mengajukan kredit,” paparnya.
Baca juga: KemenKopUKM: Masa Kampanye Pemilu 2024 Belum Berdampak Signifikan ke UMKM
Adapun, Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan hingga Desember 2023 mencapai 10,38 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 9,74 persen yoy.
Kemudian, untuk pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03 persen yoy pada Desember 2023, angka tersebut melemah jika dibandingakn dengan November 2023 yang pertumbuhannya sebesar 8,46 persen yoy. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More
Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More
Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More
Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More
Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More
Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More