Perbankan

Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried Resmi Ditahan Aparat AS

Jakarta – Pendiri sekaligus mantan CEO platform trading aset crypto, FTX, Sam Bankman-Fried resmi ditahan oleh otoritas Bahama pada Senin malam setelah Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik New York Selatan mengirimkan tuntutan pidana terkait Sam ke pemerintah Bahama.

Seperti dikutip dari CNBC, 13 Desember 2022 menyebutkan, kedua negara juga telah merencanakan untuk melakukan kebijakan ekstradisi, dimana Sam akan diantar pulang ke Amerika Serikat untuk diadili di sana. Ini sekaligus menjadi peristiwa tuntutan kriminal pertama yang menimpa industri aset crypto.

Sebelum penahanannya diumumkan, Sam telah dijadwalkan untuk bersaksi secara virtual dihadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Selasa (13/12), namun pengacaranya memberitahu bahwa Sam tak akan hadir. Salah satu anggota kongres, Maxine Waters, bahkan mengaku terkejut dengan kabar penahanan Sam.

“Kita kecewa mendengar kabar penahanan ini, karena kongres tidak akan bisa mendengar pernyataannya terkait kolapsnya FTX pada Selasa ini,” ujarnya.

Namun demikian, Jaksa AS untuk Distrik New York Selatan, Damian Williams mengatakan di Twitter bahwa pihaknya mengantisipasi tindakan pencabutan tuntutan pidana terhadap Sam Bankman-Fried pada Selasa pagi.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan CNBC dari New York Times, tuntutan yang dikenakan terhadap Sam Bankman-Fried meliputi tindakan terkait wire fraud, konspirasi wire fraud, fraud pada sekuritas, konspirasi terkait fraud pada sekuritas, dan pencucian uang.

Sementara itu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS juga telah menginisiasi rancangan tuntutan berbeda terhadap Sam Bankman-Fried, yang berhubungan dengan pelanggaran terhadap regulasi sekuritas AS.

“Tuntutan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS itu akan disampaikan secara terbuka kepada Kejaksaan Distrik New York Selatan pada Selasa ini,” ucap Direktur Penegakan Hukum Komisi Sekuritas dan Bursa AS, Gurbir Grewal. (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

33 mins ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

48 mins ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

52 mins ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

60 mins ago

Biaya Haji Berpotensi Melonjak Imbas Tekanan Global, Ini Usulan Maskapai

Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More

1 hour ago

Dana Perlindungan Pemodal Masih Rendah, SIPF Hadapi Sejumlah Tantangan

Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More

1 hour ago