Jakarta – PT Pegadaian (Persero) berhasil membukukan pendapatan usaha Rp8,67 triliun hingga Oktober 2017.
Direktur Utama Pegadaian, Sunarso mengatakan, melihat pencapaian itu didukung oleh omset pembiayaan gadai emas Rp101 triliun. Sementara dari sisi penjualan emas Rp813 miliar.
Melihat hal itu, pihaknyapun optimis pendapatan usaha sampai akhir
dan akhir tahun 2017 diproyeksikan masih sesuai target Rp10,7 Triliun, atau tumbuh 11% dibandingkan tahun 2016.
“Sementara posisi aset per 31 Oktober 2017, tercatat sebesar Rp 48,1 triliun, dan diharapkan mencapai Rp 50,2 trilliun di akhir 2017,” kata Sunarso di Jakarta, Selasa, 21 November 2017.
Dengan hasil positif itu lanjut Sunarso, Pegadaian sendiri menargetkan laba usaha sebesar Rp3,4 triliun pada akhir tahun 2017.
Ia optimis mengingat dalam tiga tahun terakhir, jumlah nasabah Pegadaian juga terus meningkat, dari 7,6 juta di 2015 melonjak 24,5% menjadi 9,5 juta di tahun 2017.
Selama kurun waktu ini, perseroan juga telah berhasil menyalurkan kredit kepada masyarakat sampai dengan bulan Oktober 2017 sebesar Rp105 triliun.
“Hingga kini Pegadaian masih mampu menguasai 95% pasar gadai di Tanah Air,” jelasnya.
Sekedar informasi, saat ini operasional Pegadaian didukung oleh lebih dari 4.300 outlet dan lebih dari 26.000 karyawan.
Untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan, Pegadaian akan melakukan penataan dan standarisasi outlet, revitalisasi gudang dan penyimpanan, serta peningkatan core competence SDM seperti sertifikasi penaksir spesialis dan kompetensi di bidang non gadai. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More