Menteri Keuangan Sri Mulyani respons soal Indonesia kena tarif Trump 32 persen (Foto: istimewa)
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2024 tercatat defisit sebesar Rp21,8 triliun atau 0,01 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Over all balance, kita sudah mengalami defisit Rp21,8 triliun atau 0,1 persen dari PDB,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers bersama Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Senin 24 Juni 2024.
Bendahara negara ini bilang desain APBN tahun 2024 yang disetujui DPR RI untuk defisit, yakni sebesar 2,29 persen dari PDB. Sehingga, defisit 0,01 persen masih berada di dalam target.
Baca juga: Airlangga Tegaskan Defisit APBN Awal Pemerintahan Prabowo di Bawah 3 Persen
“Postur 2024 (APBN) adalah 2,29 persen dari GDP jadi kalau sekarang masih 0,1 persen, kita maish relatif on track dengan total over all balance tahun ini yang menurut UU APBN 2024 adalah desain defisit 2,29 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Sri Mulyani menyebut keseimbangan primer masih surplus sebesar Rp184,2 triliun.
“Dalam hal ini bulan Mei 2024 primary balance kita masih surplus Rp184,2 triliun, ini masih sangat tinggi surplus dari primer balance,”ujar Sri Mulyani.
Baca juga: Sri Mulyani: Defisit Fiskal APBN 2025 Sudah Dipertimbangkan dengan Program Prabowo
Sementara itu, pendapatan negara hingga akhir Mei 2024 mengalami tekanan, atau terkontraksi sebesar 7,1 persen.
“Kita lihat pendapatan negara sampai akhir Mei 2024 memang mengalami tekananan yaitu growth-nya negatif 7,1 persen,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More