Keuangan

Pendapatan Premi Industri Asuransi Capai Rp272,78 Triliun per Oktober 2025

Poin Penting

  • Premi asuransi komersial Januari–Oktober 2025 mencapai Rp272,78 triliun, tumbuh tipis 0,42 persen.
  • Aset industri asuransi per Oktober 2025 naik 5,16 persen yoy menjadi Rp1.192,11 triliun, dengan aset asuransi komersial Rp970,98 triliun tumbuh 6,23 persen yoy
  • Kinerja lembaga non-komersial dan dana pensiun ikut tumbuh, aset BPJS & program ASN/TNI/Polri mencapai Rp221,13 triliun (+0.72 persen yoy).

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi industri asuransi komersial sejak Januari-Oktober 2025 mencapai Rp272,78 triliun atau tumbuh 0,42 persen year-on-year (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, merincikan pendapatan premi itu terdiri dari premi asuransi jiwa yang masih terkontraksi sebesar 1,11 persen yoy dengan nilai sebesar Rp148,86 triliun.

Sementara untuk premi asuransi umum dan reasuransi masih tercatat tumbuh 2,33 persen yoy dengan nilai sebesar Rp123,92 triliun. 

“Untuk perkembangan industri asuransi, per Oktober 2025, aset industri mencapai Rp1.192,11 triliun atau naik sebesar 5,16 persen yoy. Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp970,98 triliun atau mencatat pertumbuhan 6,23 persen yoy,” ucap Ogi dalam Konferensi Pers RDKB di Jakarta, 11 Desember 2025.

Baca juga: Potensi Klaim Asuransi Akibat Bencana Sumatra Nyaris Rp1 Triliun, Ini Rinciannya

Dari sisi permodalan industri asuransi komersial juga masih menunjukkan kondisi yang solid dengan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat melaporkan risk-based capital atau RBC masing-masing sebesar 478,85 persen dan 331,96 persen masih di atas threshold sebesar 120 persen. 

Sedangkan untuk asuransi non-komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi ASN, TNI dan Polri terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian total aset tercatat Rp221,13 triliun atau tumbuh sebesar 0,72 persen yoy.

“Pada industri dana pensiun, total aset per Oktober 2025 tumbuh sebesar 9,82 persen yoy dengan nilai mencapai Rp1.647,49 triliun,” imbuhnya.

Baca juga: OJK Berikan Relaksasi Kredit untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Adapun, untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52 persen yoy dengan nilai Rp400,44 triliun. Adapun pada program pensiun wajib, total aset mencapai Rp1.247,05 triliun tumbuh 11,28 persen yoy.

Sedangkan, pada perusahaan penjaminan, per Oktober 2025 nilai aset tercatat tumbuh 3,17 persen yoy menjadi Rp48,02 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

40 Ribu Nasabah Jago Syariah Rencanakan Ibadah ke Tanah Suci Lewat Kantong Haji-Umrah

Poin Penting Lebih dari 40 ribu nasabah Bank Jago (UUS) gunakan Kantong Haji dan Umrah;… Read More

21 mins ago

Pertamina Lubricants Perkuat Layanan Mudik Lewat Program RAFI 2026

Poin Penting PT Pertamina Lubricants meluncurkan RAFI 2026 dengan promo ganti oli, bengkel siaga, dan… Read More

2 hours ago

Perkuat Peran Sosial, Askrindo Salurkan Santunan Rp550 Juta untuk Anak Yatim

Poin Penting PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar Safari Ramadan 1447 H di 11 kota… Read More

2 hours ago

Bisnis Oli Makin Kencang, Pertamina Lubricants Dominasi Pangsa Pasar 37 Persen

Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More

7 hours ago

Prasasti: Konflik AS-Iran jadi Momentum Investor Borong Aset Keuangan

Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More

7 hours ago

Salurkan Pembiayaan Perumahan RP20,88 T di 2025, Laba SMF Tembus Rp565 M

Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More

8 hours ago