Keuangan

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tembus Rp84,72 Triliun di Kuartal III 2025

Poin Penting

  • Pendapatan premi asuransi umum tumbuh 6,3% di Q3 2025 menjadi Rp84,72 triliun, didominasi asuransi harta benda, kredit, dan kesehatan.
  • Klaim dibayar naik 4,9% menjadi Rp35,02 triliun, dengan lonjakan terbesar pada asuransi kredit dan kesehatan.
  • Pangsa pasar premi tertinggi berasal dari asuransi harta benda (29,2%), disusul kendaraan bermotor (16,7%), kredit (16%), dan kesehatan (9,5%).

Jakarta – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal III 2025, dengan pendapatan premi tumbuh 6,3 persen menjadi Rp84,72 triliun dari Rp79,69 triliun tahun lalu.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, mengatakan bahwa pendapatan premi itu didominasi oleh tiga lini bisnis, yakni asuransi harta benda, asuransi kredit, hingga asuransi kesehatan.

Secara rinci, asuransi harta benda naik 5,4 persen menjadi Rp24,75 triliun, lalu asuransi kredit tumbuh 10,4 persen senilai Rp13,54 triliun, dan asuransi kesehatan meningkat 15,1 persen menjadi Rp8,04 triliun.

“Sementara secara premi dicatat untuk kendaraan bermotor itu mengalami kontraksi sebesar 4 persen dari tahun lalu Rp14,6 triliun turun Rp587 miliar,” kata Trinita dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: AAUI Targetkan Implementasi Asuransi TPL Mulai Kuartal I 2026

Lalu, dari sisi klaim dibayar juga tercatat naik 4,9 persen menjadi Rp35,02 triliun pada kuartal III 2025 dari Rp33,38 triliun tahun sebelumnya.

Asuransi kredit mengalami kenaikan klaim dibayar tertinggi sebanyak Rp1,39 triliun menjadi Rp11,88 triliun dari Rp10,48 triliun.

Diikuti pembayaran klaim asuransi kesehatan yang naik Rp1,27 triliun atau tumbuh 24,9 persen menjadi Rp6,38 triliun dari Rp5,11 triliun.

“Kemudian kenaikan-kenaikan di tempat lain itu tidak terlalu besar jadi dapat kami sampaikan yang mendominasi pembayaran klaim untuk sembilan bulan periode ini adalah di asuransi kesehatan dan asuransi kredit,” imbuhnya.

Baca juga: AAUI: BUMN dan Swasta Pangkas Belanja Asuransi hingga 30 Persen

Adapun, untuk pangsa pasar premi dicatat berdasarkan lini usaha asuransi umum didominasi oleh asuransi harta benda 29,2 persen, lalu kendaraan bermotor 16,7 persen, kemudian asuransi kredit 16,0 persen, dan asuransi kesehatan 9,5 persen.

Sementara, untuk kontribusi klaim dibayar lini usaha asuransi umum didominasi oleh asuransi kredit 33,9 persen, asuransi kesehatan 18,2 persen, kendaraan bermotor 16,1 persen, dan asuransi harta benda 15,5 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

53 mins ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

3 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago