News Update

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Terkontraksi 7,9%

Jakarta – Pandemi masih menyebabkan tekanan kinerja di industri asuransi jiwa. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, pendapatan premi secara industri masih terkontraksi sebesar 7,9% atau dari Rp145,41 triliun di kuartal III 2019 menjadi Rp133,99 triliun di kuartal III 2020.

Namun begitu, jika dilihat secara per kuartal, premi asuransi jiwa masih mencatatkan pertumbuhan 2,5%, atau dari Rp44,18 triliun di kuartal II menjadi Rp45,29 di kuartal III tahun ini.

“Tentunya ini indikasi positif. Kami dari AAJI optimis di kuartal keempat ini pertumbuhan akan semakin baik lagi,” ujarnya dalam paparan kinerja AAJI di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.

Dari total premi tersebut, mayoritasnya masih berasal dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link, sementara sisanya berasal dari produk tradisional. “Unit link porsinya 63,9% dari total pendapatan premi dan 36,1% dari tradisional” kata Wiroyo.

Sejalan dengan premi, hasil investasi industri asuransi jiwa juga mengalami penurunan akibat dampak dari pasar modal yang sempat anjlok karena pandemi. Di mana, hasil investasi mengalami perlambatan 252,8% (year on year/yoy) menjadi minus Rp17,57 triliun di kuartal III tahun ini.

Penurunan premi dan hasil investasi tersebut, lanjut Wiroyo, berdampak pada penurunan total pendapatan industri asuransi jiwa sebesar 25,1% secara tahunan menjadi Rp123,56 triliun.

“Proyeksi di 2021, dengan melihat beberapa hal seperti proses pengembangan vaksin, kembali membaiknya pasar modal, dan lain sebagainya, kami sangat optimis tahun depan akan lebih baik lagi dibanding tahun ini,” tegas Wiroyo. (*) Bagus Kasanjanu

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

2 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

6 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

12 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

12 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

13 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

14 hours ago