Keuangan

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tembus Rp185 Triliun di 2024, Ini Pendorongnya

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pertumbuhan positif dalam industri asuransi jiwa sepanjang 2024. Laporan yang dirilis pada Jumat, 28 Februari 2025 mencatat peningkatan pendapatan premi serta jumlah tertanggung dari 56 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menyampaikan bahwa industri asuransi jiwa membukukan pendapatan premi sebesar Rp185,39 triliun, mengalami kenaikan 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

“Pertumbuhan ini didorong oleh premi bisnis baru sebesar Rp108,32 triliun dan premi lanjutan Rp77,07 triliun, yang masing-masing naik 4,3 persen,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2025.

Baca juga: Kinerja Moncer, Premi Asuransi Tokio Marine Tembus Rp2,3 Triliun di 2024

Sementara itu, dari sisi jenis produk, premi asuransi tradisional tumbuh signifikan sebesar 18,7 persen menjadi Rp110,36 triliun. Produk ini berkontribusi sebesar 59,5 persen dari total pendapatan premi, dan sisanya, 40,5 persen, berasal dari produk unit link.

“Produk asuransi syariah juga mengalami pertumbuhan 10,4 persen menjadi Rp22,61 triliun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah,” imbuhnya.

Baca juga: Naik 2,8 Persen, Premi Asuransi Komersial Tembus Rp271,63 Triliun per Oktober 2024

Adapun, dari sisi cakupan perlindungan, jumlah tertanggung industri asuransi jiwa mengalami lonjakan signifikan, meningkat 80,1 persen menjadi 154,64 juta orang. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen tertanggung kumpulan, yang melonjak 107,7 persen menjadi 133,05 juta orang.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin besar cakupan masyarakat yang berhasil memiliki proteksi asuransi dengan bantuan fasilitas dari perusahaan atau organisasi. Hal ini mencerminkan peran industri dalam memberikan solusi perlindungan finansial yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Budi. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 mins ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

28 mins ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

6 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

7 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

7 hours ago

Tertarik Trading Menggunakan Leverage? Simak Strateginya Biar Nggak Boncos

Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More

8 hours ago