Market Update

Pendapatan PGEO Naik 6,29 Persen jadi USD432,73 Juta pada 2025

Poin Penting

  • PGEO mencatat pendapatan USD432,73 juta pada 2025, naik 6,29% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kinerja didorong produksi panas bumi tertinggi sepanjang sejarah dengan kenaikan 5,6%.
  • PGEO menargetkan menjadi produsen panas bumi kelas dunia melalui ekspansi bisnis dan pengembangan sumber pendapatan baru.

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan hasil kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan berhasil membukukan total pendapatan sebesar USD432,73 juta.

Capaian pendapatan tersebut, meningkat 6,29 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebesar USD407,12 juta.

“Kondisi tersebut turut didukung oleh kinerja operasional yang mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high dengan kenaikan produksi sebesar 5,6 persen pada 2025,” kata Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 9 Maret 2026.

Baca juga: PGEO Rampungkan Proyek Pemipaan Kamojang, Perkuat Energi Bersih Nasional

Ia juga menjelaskan bahwa dengan raihan pendapatan tersebut, PGEO mencatatkan laba bersih sepanjang 2025 senilai USD137,67 juta, dengan total aset USD3,03 miliar, serta kas dan setara kas USD718,50 juta.

Tentunya di tengah dinamika industri dan perubahan lanskap energi global, PGEO konsisten untuk memperluas pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi Perseroan dalam mempercepat agenda transisi energi nasional.

Di sisi lain, PGEO juga memiliki visi untuk berkembang menjadi world leading geothermal producer, yang artinya, tidak hanya unggul dari sisi kapasitas terpasang, tetapi juga diakui sebagai geothermal center of excellence di tingkat global. 

Tiga Strategi Utama Pengembangan Bisnis

Adapun untuk mencapai target tersebut, Perseroan menjalankan tiga strategi utama.

Pertama, menjaga keandalan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) eksisting dengan total kapasitas 727 megawatt (MW) yang dikelola secara mandiri.

Kedua, mendorong ekspansi dan pertumbuhan bisnis. Ketiga, mengembangkan sumber pendapatan masa depan (future revenue streams).

Baca juga: PGEO Suntik Modal Rp396 Miliar ke Anak Usaha, Buat Apa?

Seluruh langkah tersebut dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, disiplin investasi, dan komitmen kuat terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Tragedi Bantargebang Terulang, Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 4 Orang

Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More

26 mins ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup pada Level 7.337

Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More

30 mins ago

Panglima TNI Siaga 1: Pasukan dan Alutsista Disiapkan, Ada Apa?

Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More

39 mins ago

Harga Minyak Sempat Tembus USD100 per Barel, Purbaya Buka Suara soal APBN dan BBM

Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More

46 mins ago

RUPST BNI Sepakat Tebar Dividen Rp13,02 Triliun atau 65 Persen dari Laba 2025

Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More

1 hour ago

Setahun Berjalan, Dana Emas Kelolaan BSI Tembus 22,5 Ton

Poin Penting Emas kelolaan layanan bullion bank BSI mencapai sekitar 22,5 ton dalam satu tahun… Read More

2 hours ago