Market Update

Pendapatan Paradise Indonesia Tumbuh 32,9 Persen di 2025, Ini Penopangnya

Jakarta – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan Rp1,74 triliun di sepanjang 2025 atau tumbuh 32,9 persen year-on-year (yoy).

Secara rinci kontribusi terbesar terhadap total pendapatan Paradise Indonesia berasal dari segmen perhotelan dengan porsi 36 persen. Disusul sektor komersial 34 persen dan penjualan properti 30 persen.

Presiden Direktur dan CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menyatakan bahwa, pertumbuhan pendapatan didorong oleh berlanjutnya proses handover apartemen Antasari Place, kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025.

Baca juga: Strategi Paramount Land Genjot Penjualan Properti di Momen Lebaran 2026

Selanjutnya, kata Anthony, peluncuran Citadines pada September 2025 juga akan semakin memperkuat pendapatan berulang (recurring income) ke depan. 

“Pencapaian ini menandai konsistensi pertumbuhan pendapatan selama lima tahun terakhir di tengah berbagai kondisi ekonomi,” ucap Anthony dalam keterangan resmi dikutip, 24 Maret 2026.

Meski dari sisi laba bersih terdampak penyesuaian non-kas, INPP berhasil memperkuat likuiditas dengan melipatgandakan posisi kas untuk mendanai fase pertumbuhan berikutnya.

Diketahui, per 31 Desember 2025, kas dan setara kas Paradise Indonesia melonjak 113,3 persen menjadi Rp771,39 miliar. 

“Peningkatan likuiditas yang masif ini, didukung oleh aksi korporasi strategis termasuk penerbitan obligasi sebesar Rp500 miliar, serta arus kas masuk dari kehadiran mitra strategis pada salah satu aset Perseroan,” imbuhnya.

Baca juga: ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Selain itu, struktur permodalan INPP juga tetap terjaga sangat sehat dengan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang rendah di level 0,21x, memberikan ruang gerak yang luas untuk pendanaan strategis di masa depan.

Strategi Bisnis 2026

Pada kuartal II 2026, perseroan juga akan mengoperasikan beberapa proyek, salah satunya 23 Semarang Shopping Center di Kota Semarang, Jawa Tengah. Langkah ini sekaligus dapat memperkuat portofolio segmen komersial perseroan.

Selain itu, sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang, perusahaan juga tengah dalam tahap pengembangan Fase 1 88 Plaza, yang merupakan proyek kompleks retail dan ruko yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

17 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

22 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

23 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

2 days ago