KPEI
Jakarta – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Juni 2024 di Jakarta, yang membahas terkait perkembangan operasional dan kinerja keuangan di sepanjang 2023.
Sekretaris Perusahaan KPEI, Lucia Sintha Sari, menyebutkan pendapatan KPEI mengalami penurunan sebanyak 22,68 persen menjadi Rp588,18 miliar di 2023. Diketahui penyebab penurunan tersebut disebabkan oleh rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang menurun signifikan.
RNTH pada 2023 mengalami penurunan sebanyak 26,92 persen menjadi Rp10,75 triliun dibandingkan pada tahun sebelumnya. Meski begitu, KPEI berhasil melakukan penyelesaian transaksi sebesar Rp4,05 persen, dengan efisiensi transaksi sebesar 55,17 persen.
“Namun demikian, Perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan dari pendapatan usaha lainnya, yaitu
pendapatan dari pengelolaan Dana Jaminan yang meningkat sebesar 99,35 persen dan pendapatan baru
di tahun 2023 dari pengelolaan agunan sebesar Rp2,28 miliar,” ucap Lucia dalam keterangan resmi dikutip, 25 Juni 2024.
Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun
Selain itu, kata Lucia, total nilai agunan yang dikelola oleh KPEI meningkat dari Rp31,66 triliun di akhir tahun 2022 menjadi Rp31,83 triliun di akhir 2023.
Hal ini sejalan dengan Dana Jaminan yang mengalami pertumbuhan dari Rp7,01 triliun menjadi Rp7,74 triliun, dan Cadangan Jaminan yang meningkat dari Rp181,44 miliar menjadi Rp194,14 miliar.
“Di sisi lain, dikarenakan banyaknya kegiatan pengembangan usaha, beban usaha sedikit meningkat, yakni sebesar 3,95 persen menjadi Rp454,62 miliar,” imbuhnya.
Adapun laba bersih yang berhasil dibukukan KPEI pada 2023 adalah Rp105,98 miliar, dengan pencapaian tersebut mendorong peningkatan posisi nilai total nilai ekuitas sebesar 5,24 persem menjadi Rp2,17 triliun pada akhir 2023.
Baca juga: Analis Sebut Saham TUGU Masih Menarik, Ini Alasannya
Sebagai informasi tambahan, RUPST juga menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2023.
Tidak hanya itu, sesuai agenda rapat, telah disetujui pula nilai penyisihan dari laba bersih Perseroan tahun buku 2023, yang dialokasikan ke Cadangan Jaminan sebesar Rp5,30 miliar dan ke Cadangan Wajib sebesar Rp74 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More