AAJI; Kinerja industri asuransi jiwa. (Foto: Ria Martati)
Jakarta–Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pada kuartal ketiga 2015 ini, industri asuransi jiwa mengantongi pendapatan Rp89,1 triliun. Angka ini turun 26,3% dibanding kuartal ketiga tahun lalu yang tercatat Rp120,86 triliun.
“Kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya pada kuartal ketiga ini mempengaruhi pendapatan industri yang turun 26,3%,” kata Ketua AAJI Hendrisman Rahim di Jakarta, 14 Desember 2015.
Hendrisman mengatakan gejolak pasar modal dan depresiasi Rupiah menjadi faktor utama penurunan pendapatan industri. Meski pendapatan menurun, industri masih mencatat pertumbuhan total pendapatan premi dari Rp86,92 triliun pada kuartal ketiga 2014 menjadi Rp100,8 triliun, atau naik 16% secara year on year (yoy). Total pendapatan premi itu disokong oleh pertumbuhan premi bisnis baru dan premi lanjutan.
Premi bisnis baru tumbuh 16,7% dari Rp49,35 triliun pada kuartal ketiga 2014 menjadi Rp57,60 triliun pada kuartal ketiga 2014. Sementara total premi lanjutan meningkat 15% menjadi Rp43,21 triliun.
“Kami optimis sinyal positif dari paket kebijakan Pemerintah akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan industri akan membaik,” tambahnya. (*) Ria Martati
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More