Ilustrasi: Pelayanan Asuransi JMA Syariah. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau Asuransi JMA Syariah telah membukukan kinerja yang positif di kuartal III 2024 dengan mencatakan pendapatan asuransi bersih Rp118,00 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan asuransi bersih tersebut mengalami kenaikan sebanyak 220,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp36,77 miliar atau meningkat kurang lebih tiga kali lipat.
Lonjakan pendapatan asuransi bersih tersebut didukung oleh kontribusi bruto di kuartal III 2024 yang mencapai Rp232,33 miliar atau tumbuh sebanyak 70,89 persen dari Rp135,95 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Diisukan Mau Diakuisisi Maybank, Begini Tanggapan Bos JMA Syariah
Meski begitu, laba tahun berjalan Asuransi JMA Syariah malah mengalami penurunan sebanyak 22,88 persen menjadi Rp2,78 miliar di kuartal III 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp3,61 miliar.
Penurunan laba tahun berjalan perseroan tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah beban usaha sebesar Rp60,05 miliar atau naik sebanyak 20,91 persen di sembilan bulan pertama tahun 2024 dari periode tahun sebelumnya Rp49,67 miliar.
Jumlah beban usaha tersebut dikontribusikan oleh pos beban komisi sebesar Rp26,23 miliar, diikuti oleh beban umum dan administrasi sebanyak Rp20,88 miliar.
Baca juga: OJK: Masih Ada 9 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris
Sementara itu, beban pemasaran menyumbang Rp6,55 miliar, ujrah dibayar senilai Rp4,92 miliar, serta perubahan beban komisi yang ditangguhkan Rp1,40 miliar di kuartal III 2024.
Adapun, dari sisi total aset Asuransi JMA Syariah mencapai Rp348,86 miliar, dengan rincian untuk liabilitas sebesar Rp263,20 miliar. Kemudian, jumlah dana syirkah temporer senilai Rp37,40 miliar, dan jumlah ekuitas tercatat Rp123,06 miliar di kuartal III 2024. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More