Ekonomi dan Bisnis

Traffic Domestik Turun, Pendapatan Airnav Masih Tumbuh 10%

Bandung – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia meraih pendapatan (revenue) di sepanjang 2019 sebesar Rp3,7 triliun, atau naik sekitar 10 persen dibanding akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,3 triliun.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dalam media Workshop di Bandung, Kamis, 26 Desember 2019. Menurutnya, sebesar 70 persen pendapatan AirNav Indonesia bersumber dari penerbangan internasional.

“Pendapatan terbesar kami dari penerbangan  internasional, bukan domestik,” ujar Novie.

Dengan perolehan pendapatan yang masih tumbuh tersebut, menunjukkan bahwa penurunan traffic penerbangan domestik yang turun lebih dari 18 persen, tidak mempengaruhi kinerja pendapatan perusahaan, karena sumber pendapatan terbesar adalah penerbangan internasional yang naik 5 persen.

“Ini artinya, penurunan traffic domestik tak mempengaruhi revenue kami. Namun menurut kami, yang jauh lebih penting adalah keselamatan penerbangan terus membaik, angka kecelakaan tidak ada,” ucapnya.

Dengan pendapatan yang tumbuh positif tersebut, kata dia, laba bersih Airnav Indonesia hingga Desember 2019 juga meningkat signifikan sebesar Rp73 miliar menjadi Rp479 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yang sebesar Rp406 miliar. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

2 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

8 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

9 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

13 hours ago