Ilustrasi - Platform Pindar. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) memproyeksikan pendanaan fintech peer-to-peer(P2P) lending alias pinjaman daring (pindar) melonjak selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar mengungkapkan, tren pendanaan pindar pada dua momen besar keagamaan tersebut hampir setiap tahun menunjukkan peningkatan.
“Seperti biasanya, tren pendanaan pindar pada saat Ramadan dan Lebaran bisanya cenderung meningkat,” kata Entjik, saat dikonfirmasi Infobanknews, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurutnya, permintaan pembiayaan produktif diprediksi naik, terutama dari segmen masyarakat ultra mikro (UMi) yang didominasi pelaku usaha kecil rumahan (home industry) di sektor makanan dan minuman.
Pada momen tersebut, kerap dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi lonjakan permintaan pasar.
Baca juga: Permintaan Pinjaman Meningkat Jelang Lebaran, AFPI Imbau Masyarakat Hindari Godaan Pinjol
“Biasanya kebutuhan untuk Ultra Mikro disekitar angka antara Rp2 juta sampai Rp5 juta,” jelasnya.
Dana tersebut biasanya digunakan untuk pembelian bahan baku, tambahan tenaga kerja, hingga biaya distribusi.
Meski begitu, pihaknya mengingatkan seluruh anggotanya untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Ia menegaskan pentingnya penguatan credit control serta analisis kelayakan kredit secara prudent dan sesuai ketentuan (comply).
“Kami mengimbau kepada anggota untuk lebih meningkatkan credit control kelayakan analisa pemberian kredit dengan prudent dan comply,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan, pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha jelang Lebaran.
Baca juga: OJK Rilis Daftar Pindar Legal Terbaru, Simak Sebelum Ajukan Pinjaman
Menurutnya, peningkatan ini merupakan fenomena tahunan yang didorong naiknya kebutuhan pembiayaan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun modal usaha kecil menjelang Lebaran.
Agusman menyebut, secara historis, pada periode Ramadan 2024 (Maret 2024), penyaluran pendanaan tumbuh 8,90 persen secara bulanan (mtm).
Sementara itu, periode Ramadan 2025 (Maret 2025), penyaluran pendanaan meningkat 3,80 persen (mtm).
“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” jelasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada… Read More
Poin Penting Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia serta… Read More
Poin Penting IBI menggelar program sosial “Bankir Berbagi: Bersama Menebar Kebaikan” pada 10 Maret 2026… Read More
Poin Penting DBS Foundation menyalurkan hibah Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise di Indonesia melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut integritas Kementerian Keuangan banyak dipertanyakan masyarakat, terutama akibat… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat nasional untuk menghadapi kondisi global yang bergejolak… Read More