Moneter dan Fiskal

Pencalonan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI Dinilai Bisa Picu Kegelisahan Pasar

Poin Penting

  • Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI bisa memicu kekhawatiran investor global terhadap independensi bank sentral.
  • Isu pencalonan, bersama ketidakpastian tarif AS dan pelebaran defisit fiskal, mendorong rupiah melemah hingga level terendah sembilan bulan
  • Pemerintah menegaskan independensi BI tetap terjaga dan menilai sinkronisasi fiskal–moneter diperlukan untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029

Jakarta – Media asing menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengusulkan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Isu independensi bank sentral kembali menjadi perhatian investor global di tengah ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029.

Reuters, Selasa (20/1/2026), melaporkan pencalonan Thomas—yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo—muncul di saat pasar tengah sensitif terhadap arah kebijakan moneter dan fiskal Indonesia.

Kekhawatiran tersebut tercermin dari pergerakan rupiah yang sempat menyentuh level terendah dalam sembilan bulan terakhir, dipicu kombinasi ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, defisit fiskal yang melebar, serta kabar nominasi di BI.

Baca juga: Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI, Purbaya: Saya Dukung!

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan menjadi salah satu dari tiga nama yang diajukan ke DPR untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI. Proses ini menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, perpindahan Juda Agung ke Kementerian Keuangan tidak akan mengganggu independensi BI. Ia juga menepis spekulasi bahwa masuknya Thomas ke jajaran pimpinan bank sentral akan menggerus independensi kebijakan moneter.

“Ada spekulasi bahwa karena Thomas masuk ke BI, independensinya akan hilang. Saya tidak sepakat,” ujar Purbaya seperti dikutip Reuters.

Menurutnya, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter justru diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Selain Thomas, dua kandidat lain yang diusulkan adalah Solikin Juhro dan Dicky Kartikoyono. Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai Thomas sebagai figur yang layak, dengan bekal kompetensi akademik dan pengalaman birokrasi.

Memicu Kegelisahan Pasar

Namun, analis global tetap mencermati dinamika ini. Senior Currency Strategist MUFG, Michael Wan, menilai kabar pencalonan tersebut memicu kegelisahan pasar terkait persepsi penurunan independensi BI. Ia juga menilai BI kini cenderung lebih fokus mendukung pertumbuhan ketimbang agresif menaikkan suku bunga untuk mempertahankan nilai tukar.

Baca juga: Setelah Kabar “Tukar Guling” Juda Agung: Independensi BI “Luntur”, dari Meritokrasi ke Politik Patronase

“Berbeda dengan siklus sebelumnya, BI kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga hanya untuk membela rupiah,” ujar Wan.

BI sendiri dijadwalkan menggelar rapat dewan gubernur selama dua hari mulai hari ini, dengan ekspektasi pasar suku bunga acuan akan dipertahankan.

Di tengah sorotan media internasional, hasil uji kelayakan di DPR dan sinyal kebijakan BI ke depan akan menjadi penentu kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Indonesia. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Perang AS-Israel vs Iran Bisa Picu Volatilitas IHSG, Analis Ingatkan Hal Ini ke Investor

Poin Penting Konflik AS–Israel dan Iran memicu volatilitas IHSG, berpotensi terjadi koreksi wajar dan fase… Read More

10 hours ago

Daftar Saham Pemberat IHSG Sepekan, Ada DSSA, BRMS hingga AMMN

Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 pada pekan 23–27 Februari 2026, diikuti… Read More

11 hours ago

IHSG Sepekan Turun 0,44 Persen, Kapitalisasi Bursa Jadi Rp14.787 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 dan kapitalisasi pasar turun 1,03 persen… Read More

11 hours ago

Bank Mega Syariah Genjot DPK Lewat Tabungan Kurban

Poin Penting Bank Mega Syariah dan PT Berdikari luncurkan Tabungan Rencana Kurban berbasis layanan keuangan… Read More

12 hours ago

Amerika Serikat-Israel Serang Iran: Dunia Bisa Makin Gelap

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More

12 hours ago

Harga BBM Pertamina Naik per 1 Maret 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Maret 2026, mengacu pada… Read More

13 hours ago