Netizen 62

Penawaran Produk Home Credit Melalui Telepon Sangat Meresahkan

Jakarta – Salah satu nasabah perusahaan pembiayaan berbasis teknologi atas nama Maulana Febrianto, berdomisili di Jakarta Barat mengeluhkan penawaran produk melalui telepon yang sangat meresahkan.

Padahal dirinya berulang kali sudah memberikan jawaban penolakan produk yang ditawarkan dan mengajukan penghapusan data pribadi ke pihak customer service.

Namun, pengajuan tersebut rupanya tidak diindahkan dan semakin sering menghubungi dirinya untuk menawarkan produk. 

Berikut kronologis kejadian yang dialami dirinya yang diposting di laman mediakonsumen, Jumat (19/5/2023).

Saya pernah sebagai konsumen Home Credit. Yang mana saya mengajukan kredit dan disetujui, karena saya memiliki kredibilitas yang baik. Saya tidak pernah menunggak dan selalu tepat waktu dalam membayar cicilan sampai lunas.

Akan tetapi, ketika saya sudah berhenti menjadi konsumen mereka, pihak Home Credit terus-menerus menghubungi saya untuk menawarkan produk lainnya. Saya sudah memberikan jawaban menolak produk tersebut, tetapi hanya selang 2 atau3 hari pihak Home Credit menelepon kembali menawarkan produk tersebut. Hal ini berlangsung sudah lebih dari 1 tahun ini.

Saya sudah mengajukan keluhan kepada customer service Home Credit agar data pribadi saya dihapus. Namun pihak Home Credit tetap terus menghubungi saya. Bahkan mereka menghubungi jauh lebih sering dibanding sebelumnya, lebih dari tiga kali sehari. Nomor mereka pun silih berganti meski saya sudah memblokirnya.

Hal semacam ini sudah sering terjadi. Saya lihat di Twitter Home Credit banyak sekali orang yang mengeluh seperti ini. Namun hanya ditanggapi dengan “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya”, tanpa ada tindak lanjut. Begitu juga di Media Konsumen ini, saya lihat banyak juga yang mengeluhkan hal yang sama dengan saya.

Dengan sangat, saya mohon kepada Home Credit untuk berhenti menelepon ibu saya, karena menurut saya ini sudah termasuk tindakan teror. Kepada pihak terkait seperti OJK dan badan pemerintah yang mengatur perkreditan, mohon dengan sangat Home Credit ini dibina dan ditertibkan!!

Maulana Febrianto
Jakarta Barat

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

6 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

6 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

6 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

7 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

8 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

9 hours ago