Moneter dan Fiskal

Penanganan Kejutan BI, Jaga Stabilitas dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas keuangan dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam hal ini kebijakan moneter untuk jaga stabilitas keuangan, sebagai penanganan kejutan BI dari dampak ketidakpastian global.

“Instrumen kebijakan lain digitalisasi sistem pembayaran dan inklusi ekonomi keuangan terus diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam rapat KSSK di Jakarta, 3 November 2022.

Sementara itu, lanjut Perry, Bank Indonesia sendiri telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 125bps menjadi 4,75%. Keputusan yang diambil BI ini sebagai kebijakan yang preemptive, front loaded dan forward looking, yang juga menjaga ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting).

“Kita memastikan inflasi inti kembali ke awal. Yang semula di paruh kedua menjadi di paruh pertama 2023,” ucap Perry.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya juga untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta ketidakpastian pasar keuangan, di tengah peningkatan ekonomi domestik yang masih kuat.

“Di bidang moneter juga memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan tetap berada di pasar dan pengendalian inflasi dari harga impor. Atau imported inflation dengan intervensi di pasar valas dan SBN di pasar sekunder,” paparnya.

Bank Indonesia juga akan melanjutkan pembelian SBN di pasar sekunder dalam meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN untuk menarik investasi portofolio asing dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Di bidang kebijakan makroprudensial, BI melanjutkan implementasi makroprudensial yang akomodatif untuk penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan. BI telah memutuskan untuk mempertahankan rasio control cyclical buffer. 

Kemudian, BI melonggarkan LTV paling tinggi 100% atau dp 0% baik rumah tapak susun ruko dan rukan, bagi bank yang memenuhi kriteria NPL dan NPF  tertentu. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan kredit di properti dan prinsip kehati-hatian minim risiko. Keputusan ini akan berlaku efektif 1 Januari 2023 sampai 31 Desember 2023.

“Uang muka kredit kendaraan bermotor jadi paling dikit 0% untuk semua jenis kendaraan bermotor baru diperpanjang 1 Januari 2023-31 Desember 2023. Kebijakan perpanjangan semua jenis kredit ini untuk dorong kredit di sektor otomotif dan prinsip kehati hatian,” kata Perry.

Di bidang sitsem pembayaran, BI memperkuat digitalisasi untuk mendorong ekosistem efisiensi transaksi ekonomi dan keuangan digital dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat. 

“Ini dilakukan ke perluasan kepesertaan ekosistem dan penggunaan BI Fast untuk open API pembayaran snap bagi bank dan lembaga selain bank. Termasuk persiapan implementasi QRIS transfer store dan QR border dengan 5 negara asean,” tambahnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

7 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

37 mins ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

1 hour ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

2 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

3 hours ago