News Update

Pemprov DKI Tunda Kenaikan Tarif Transjakarta, Ini Alasannya

Poin Penting

  • Pemprov DKI menunda kenaikan tarif tahun ini atas arahan pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi.
  • Dishub dan manajemen Transjakarta mengusulkan tarif naik dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 demi menjaga keseimbangan subsidi dan layanan.
  • Anggaran subsidi 2026 sebesar Rp3,7 triliun dinilai belum cukup, sehingga Pemprov akan menambah sekitar Rp1,1 triliun lewat APBD Perubahan agar layanan tetap optimal.

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa kenaikan tarif transjakarta ditunda tahun ini. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kenaikan itu (tarif Transjakarta) ditunda karena ada permintaan dari pemerintah pusat. Ini lebih kepada pertimbangan situasi ekonomi yang kurang baik, kurang kondusif. Terus kemudian kita harus pertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026, di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurutnya, pemerintah pusat yang sejatinya akan menentukan kapan kenaikan tarif angkutan massal tersebut berlaku.

Saat ini, tarif Transjakarta sendiri sebesar Rp3.500, yang sudah bertahan lebih dari dua dekade. Adapun Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta)  mengusulkan penyesuaian harga tiket TransJakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000. 

Usulan kenaikan tarif tersebut tak lain untuk menjaga keseimbangan subsidi dan layanan publik.

Baca juga: Airlangga Pede Negosiasi Tarif Dagang RI-AS Rampung Akhir 2025

Nirwono menambahkan, meski belum menaikkan tarif Transjakarta, namun Pemprov DKI Jakarta menganggarkan subsidi Rp3,7 triliun untuk menjaga tarif Transjakarta tetap terjangkau. 

Namun, pagu tersebut lebih rendah dari realisasi anggaran 2025, Rp4,1 triliun. Padahal, untuk mempertahankan tingkat layanan yang serupa dengan 2025, dibutuhkan anggaran Rp4,8 triliun. 

“Kalau anggarannya hanya Rp3,7 triliun, maka ada dua pilihan, layanannya turun atau layanannya berhenti di tengah tahun. Tentu ini tidak kita inginkan,” bebernya.

Baca juga: Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Oleh karena itu, Pemprov DKI pun berencana menambah anggaran melalui APBD Perubahan yang bakal dibahas pada pertengahan tahun.

“Selisih anggaran sekitar Rp1,1 triliun akan dimasukkan dalam APBD Perubahan, sehingga layanan Transjakarta tetap sama dengan 2025 sampai akhir tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa wacana kenaikan tarif Transjakarta sebagai dampak efisiensi transfer anggaran ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Dirinya mengaku telah mendengar adanya usulan kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp5 ribu – Rp7 ribu. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Defisit APBN Tembus 2,92 Persen, Airlangga: Masih Aman

Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More

37 mins ago

Bank Muamalat Klarifikasi Isu Dana Nasabah Hilang, Ini Penjelasan Resminya

Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More

52 mins ago

Utang Paylater Warga RI di Bank Tembus Rp26,20 Triliun per November 2025

Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More

1 hour ago

OJK Kini Punya Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Apa Tugasnya?

Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More

2 hours ago

Profil dan Kekayaan Yaqut Cholil, Mantan Menag yang Kini Tersangka Kasus Kuota Haji

Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat di Level 8.936, HILL hingga APLN Jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More

2 hours ago