Ekonomi dan Bisnis

Pemprov DKI Jakarta Bidik Investasi Daerah Rp1000 Triliun

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaku akan terus menggencarkan angka investasi daerah miliknya. Tak tanggung-tanggung, pihaknya optimis dapat menyerap Rp1000 triliun angka investasi daerah hingga 2022 guna terus meningkatkan kualitas dan infrastruktur daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S. Uno pada acara Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun 2018 “Ekonomi Pasca Pilkada”. Sandi juga menyebut, angka investasi tersebut juga diharapkan tetap tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

“Kita ingin juga gandeng private sektor dan ini perlu improv juga seperti obligasi daerah nantinya dan mungkin itu sukuk kita harap bisa dorong penciptaan pertumbuhan ekonomi yang targetnya 7 persen di akhir 2022, selain itu investasi bisa sampe Rp1000 triliun,” kata Sandi di Gedung SMESCO Jakarta, Selasa 31 Juli 2018.

Baca juga: Antisipasi Ketidakpastian Global, Jokowi Minta Kepala Daerah Genjot Investasi

Tak hanya itu, Sandi juga yakin angka investasi yang tinggi tersebut dapat lebih menyerap lapangan kerja lebih banyak lagi dan mengurangi angka pengangguran daerah.

Selain itu Sandi juga menjelaskan, pada triwulan pertama 2018 angka investasi daerah DKI Jakarta mampu tumbuh 21,16 persen menjadi Rp28,8 triliun. Angka tersebut seiring dengan angka Ease of Doing Business (EODB) atau kemudahan berbisnis di daerah yang semakin baik.

Ranking EODB kita melonjak ke ranking 72, jadi sekarang sudah menuju ambisius target of top 40 EODB ini harus masuk,” tukas Sandi. (*)

Suheriadi

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

16 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

19 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

2 hours ago