News Update

Peminat Kartu Kredit Virtual CIMB Niaga Capai 8.000 Orang

Jakarta–Peminat virtual credit card PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang disebut Octopay ternyata cukup membanjir.

Head of Digital Banking, Branchless & Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi mengatakan per bulan ada sekitar 5.000 hingga 8.000 nasabah yang membeli kartu kredit virtual sekali pakai itu. Dengan nilai transaksi rata-rata Rp200.000/ nasabah.

“Nilai transaksi rata-rata Rp200.000 jadi dikali saja, memang untuk small ticket size,” kata Bambang di Jakarta, 27 April 2016.

Ke depan ia meyakini, peminat kartu kredit virtual sekali pakai itu akan makin meningkat. Pasalnya, CIMB Niaga tengah menggodok kerja sama dengan sebuah perusahaan telekomunikasi untuk menambah basis nasabah.

Tak hanya Octopay, kerja sama tersebut juga akan melipatgandakan nasabah rekening ponsel. Bambang meyakini, nasabah rekening ponsel bisa tembus lebih dari 2 juta orang, dari saat ini yang baru 1,5 juta pengguna.

“Jadi nanti nasabah nomer telko itu waktu mau beli virtual credit card, dia daftar rekening ponsel dulu, dari situ dia bisa beli virtual credit card dari rekening ponsel,” tambahnya.

Pengguna kartu kredit virtual tersebut biasanya adalah nasabah yang belum memiliki kartu kredit namun memerlukan alat pembayaran untuk transaksi e-commerce. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

admin

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

1 hour ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

2 hours ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

2 hours ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

2 hours ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

3 hours ago