Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengevaluasi penyaluran dana bantuan untuk pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yakni dengan mengalihkan dana yang selama ini disalurkan melalui skema subsidi suku bunga (SSB) menjadi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti di Menara BTN, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017 mengatakan, pengalihan subsidi tersebut melihat efektivitas yang dilakukan selama ini. Melalui kajian yang dilakukan tahun depan, rencananya porsi SSB akan dikurangi dan dialihkan menjadi FLPP.
“Kami masih membuat kajian, SSB itu subsidi selisih bunga sementara FLPP dana bergulir. Ke depan memang sedang dalam kajian kalau nanti di 2019 itu mau dialihkan berapa yang diperlukan,” ujarnya.
Lebih lanjut Lana mengungkapkan, bahwa alasan pemerintah mengalihkan subsidi dari SSB ke FLPP adalah adanya program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dengan demikian, pemerintah berharap subsidi perumahan yang disalurkan dapat tepat sasaran kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
“Tapi tahun depan masih berjalan seperti yang direncanakan di 2018. Kami akan lihat di 2019 karena Tapera kan sudah jalan, ada dana dari situ. Jadi subsidi-subsidi harus dikaji kembali sehingga enggak overlap dan benar-benar ke yang membutuhkan,” ucapnya.
Dirinya menambahkan, penyaluran pembiayaan melalui skema SSB mencapai 168 ribu unit. Oleh sebab itu, dirinya berharap, di sisa waktu sampai dengan akhir tahun ini, penyaluran melalui skema ini akan mencapai lebih dari 200 ribu unit sebagaimana dengan target pemerintah yang telah ditetapkan.
“Untuk FLPP kami harapkan bisa mendapai 21 ribu. Sebenarnya target kita memang 40 ribu unit cuma terlambat keluar dana APBN-P yang dari pemerintah sehingga penyesuaian baru keluar akhir Oktober kemarin dan waktunya enggak akan cukup mengejar target itu,” tutup dia. (*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More