Nasional

Pemerintahan Jokowi, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

Jakarta – Tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) fokus membenahi persoalan kemiskinan, dan pengguran. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam konferensi pers Capaian Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kompleks Istana.

Darmin menjelaskan, dalam menangani persoalan kemiskinan, pihaknya di Pemerintahan terus membenahi segala skema subsidi dan bantuan agar dapat tepat sasaran dan dapat menyentuh langsung ke masyarakat.

“Untuk bantuan sosial kita terus mentransformasi skema subsidi secarabertahap menjadi bantuan tepat sasaran,tepat waktu, dan tepat jumlah, serta menyatukannya dengan semua bentuk bantuan sosial,” jelas Darmin pada konferensi pers Capaian Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dengan tema Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktifitas untuk Menunjang Pemerataan di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa 17 Oktober 2017.

Pemerintah juga terus mereformasikan segala regulasi guna memudahkan masyarakat untuk dapat mendapatkan akses pekerjaan dan mendorong masyarakat untuk bisa berwirausaha.

“Reformasi pada pendidikan dan pelatihan tenaga kerja menjadi pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis pekerjaan. Dimulai dari sektor industri, diikuti sektorjasa dan pertanian, melalui kerjasama Pemerintah,BUMN dan Swasta,” ungkap Darmin.

Selain itu, Darmin menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan, pengangguran hingga ketimpangan pun berkurang setiap tahunnya.

“Tingkat kemiskinan juga cukup konsisten sejak maret 2016 dia konsisten. Kemudian tingkat pengangguran tidak seratus persen konsisten tapi tendensinya sejak Agustus 2015 kelihatan jelas menurun,” ungkap Darmin.

Sebagai informasi tingkat kemiskinan hingga Maret 2017 tercatat sebesar 10,64% dari penduduk Indonesia, angka tersebut tercatat menurun dari September 2016 yang mencapai 10,70%. Sementara tingkat pengangguran tercatat turun ke posisi 5,33% di Februari 2017 dari sebelumnya 5,50% di Februari 2016.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

29 mins ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

2 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

2 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

3 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

3 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

4 hours ago