Categories: Keuangan

Pemerintah Usul Target Deviden BUMN Dinaikkan

Target penerimaan negara diperkirakan meleset. Pemerintah mengusulkan target deviden BUMN sektor keuangan ditambah sebesar Rp3 triliun menjadi Rp34,164 triliun. Ria martati.

Jakarta– Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan penambahan target deviden perusahaan BUMN pada DPR RI. Jika sebelumnya Pemerintah mengusulkan target deviden Rp 31,164 triliun pada Nota Keuangan RAPBN 2016, maka targetnya diubah menjadi Rp34,164 triliun. Artinya, Pemerintah mengusulkan tambahan target Rp3 triliun dari Nota Keuangan 2016.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengemukakan, penambahan tersebut diusulkan mengingat ada kemungkinan target penerimaan negara tidak tercapai. “Target penerimaan negara kemungkinan tidak dapat dipenuhi untuk tahun 2016, maka perlu tambahan dari BUMN. Karena itu kami putuskan tambahan Rp3 triliun,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis 1 Oktober 2015.

Rini menambahkan,  penetapan target deviden pay out ratio untuk perusahaan- perusahaan pelat merah dengan memperhatikan tingkat laba perusahaan serta kemampuan pendanaan, terutama tingkat solvabilitas berdasarkan rasio-rasio penting seperti debt equity ratio, Capital Adequacy Ratio (CAR), Risk Based Capital dan, Gearing Ratio. Dengan pertimbangan itu, Pemerintah menetapkan deviden pay out ratio untuk perusahaan BUMN perbankan sebesar 20%-28%, perusahaan BUMN asuransi 10%-50%, dan perusahaan penjaminan 10%-25%.

Besaran setoran deviden untuk perusahaan BUMN sektor keuangan, lanjut Rini, mencapai sekitar 20%. Dalam Nota Keuangan RAPBN 2016 dengan total target deviden yang belum direvisi, yaitu Rp31,164 triliun, BUMN perbankan dibebani target setoran deviden Rp6,9 triliun, sementara non bank Rp24,219 triliun.

Apriyani

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

18 mins ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

9 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

10 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

10 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

11 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

12 hours ago