Moneter dan Fiskal

Pemerintah Tarik Utang Rp736,3 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting

  • Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target pembiayaan utang APBN 2025.
  • Defisit APBN melebar menjadi 2,92 persen dari PDB, lebih tinggi dari target awal 2,53 persen.
  • Pembiayaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur melalui SBN dan pinjaman untuk menekan biaya dan risiko fiskal.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pemerintah hingga akhir Desember 2025 telah menarik utang baru sebesar Rp736,3 triliun untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Angka tersebut setara 94,9 persen dari APBN 2025 senilai Rp775,9 triliun. Penarikan utang ini digunakan untuk menutup defisit, membiayai investasi, dan mendukung pengelolaan kas yang efisien.

Adapun hingga Desember 2025 defisit melebar menjadi 2,92 persen, dari target APBN 2025 yang awalnya hanya sebesar 2,53 persen dari PDB atau sebesar Rp616,2 triliun.

“Pembiayaan utang Rp736,3 triliun atau 94,9 persen dari APBN,” kata Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono dalam APBN Kita dikutip, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga: Defisit APBN Tembus 2,92 Persen, Airlangga: Masih Aman

Thomas menjelaskan, pembiayaan utang dilakukan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan penarikan pinjaman dengan prinsip kehati-hatian dan terukur. Langkah tersebut ditempuh untuk meminimalkan biaya utang sekaligus mengendalikan risiko fiskal.

Thomas menyebutkan secara keseluruhan, pembiayaan anggaran hingga Desember 2025 mencapai Rp744 triliun atau setara 120,7 persen dari target APBN yang senilai Rp616,2 triliun.

Baca juga: Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Pembiayaan tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp736,3 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar minus Rp7,7 triliun atau negatif 4,9 persen hingga akhir Desember 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Cermati Fintech Group Adakan Mudik Bersama

Cermati Fintech Group menggelar program mudik gratis #MAUDIKBersama sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial… Read More

16 hours ago

Pemenang Anugerah Jurnalistik & Foto BTN 2026

Dari 1.050 karya yang dikirimkan pada Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 terpilih 6 pemenang… Read More

16 hours ago

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

18 hours ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

18 hours ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

19 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Anindya Bakrie Ingatkan Risiko ke Ekonomi RI

Poin Penting Anindya Novyan Bakrie mengajak semua pihak mendoakan perdamaian konflik Timur Tengah agar penderitaan… Read More

22 hours ago