Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria (foto: ANTARA)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah menargetkan proses transformasi dan restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) rampung pada 2026. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kinerja perusahaan pelat merah agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif.
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengatakan seluruh proses restrukturisasi ditargetkan selesai secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi waktu, tetapi juga secara fundamental.
“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu. Dan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga secara fundamental selesai,” ujar Dony dinukil laman Presiden RI, Rabu, 8 April 2026.
Baca juga: OJK Restrukturisasi Kredit Rp12,6 Triliun untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra
Ia mengungkapkan, salah satu langkah yang ditempuh adalah konsolidasi perusahaan di sektor strategis. Pemerintah berencana menggabungkan 15 perusahaan logistik menjadi satu entitas nasional guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
“Dalam waktu dekat akan diumumkan penggabungan 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional. Mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” bebernya.
Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong penguatan sektor transportasi publik, khususnya perkeretaapian.
Elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute seperti Jakarta-Rangkas, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta-Sukabumi tengah dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Menurut Dony, langkah ini bertujuan menjadikan perusahaan kereta api lebih sehat sehingga mampu memberikan layanan transportasi publik yang optimal.
Baca juga: Bangkitnya Industri Kereta Api Indonesia
“Jadi memang kereta api ini harus kita buat menjadi perusahaan yang sehat sehingga mampu memberikan layanan transportasi publik yang baik kepada masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah merampungkan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakart-–Bandung atau Whoosh.
Dony menyebutkan proses tersebut telah mencapai tahap akhir dan akan segera diformalkan bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai. Sudah kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya,” ungkapnya.
Baca juga: KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal
Di tengah dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, Dony menilai kinerja BUMN secara umum masih stabil. Meski sektor penerbangan mengalami penurunan trafik akibat pembatasan rute tertentu, dampaknya tidak signifikan terhadap kinerja keseluruhan.
Dony berharap transformasi ini tidak hanya meningkatkan kinerja BUMN, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui layanan publik yang lebih baik. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Chubb Life Insurance Indonesia meluncurkan produk My Critical Illness Protection untuk meningkatkan penetrasi… Read More
Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More
Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More
Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More
Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More
Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More