Garmen misalnya, Darmin menyebut bahwa produk pakaian AS akan lebih mahal. Sebab selama ini, AS bergantung pada impor kapas. Bila kapas diproduksi dalam negeri, harganya akan mahal mengingat komoditas kapas di AS sulit dikembangkan.
(Baca juga: Pemerintah Pantau Kebijakan Trump)
“Misalnya kemeja dia buat harganya USD15 sampai USD20, dia jungkir balik tidak bisa mikir (untuk kemeja dengan harga tersebut). Tidak bisa,” tegasnya.
Menurutnya, untuk satu produk pakaian yang dihasilkan oleh AS, harganya akan mencapai hingga USD40. Harga kapas ditambah upah tenaga kerja yang mahal akan membuat harga jual produk pakaian di AS tinggi.(*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More
Poin Penting BEI mulai pilot project kenaikan free float 15 persen dengan menyasar 49 emiten… Read More
Poin Penting Pemangkasan suku bunga 125 bps sepanjang 2025 menjadi 4,75 persen diperkirakan mulai berdampak… Read More
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen… Read More
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More
Poin Penting: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Indonesia tumbuh 5,39% yoy, lebih tinggi dari kuartal III-2025… Read More